Leonardo Dicaprio Cerdik Melihat Peluang Properti

Selain tampan, Leonardo Dicaprio, pemenang penghargaan The Academy Oscar, juga cerdik melihat peluang properti, Yuk, simak kisahnya,

Diterbitkan 30 Maret 2016, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Selain jago berakting, Leonardo Dicaprio ternyata cerdik melihat peluang dalam bisnis properti. Hal itu terlihat melalui rekam jejak empat tahun terakhir yang menunjukkan upaya investasi properti yang terbilang cerdik.

Leo, sapaan akrab untuk Leonardo Dicaprio, memulai investasi properti bernilai fantastis jenis rumah yang berada di tepi Pantai Malibu-Florida, Amerika Serikat, pada tahun 2002.

Kemudian, selang 10 tahun, tepatnya tahun 2012, ia menjual rumah mewah tersebut seharga Rp 271,8 miliar. Di sini ia cukup cerdik melihat peluang pasar properti untuk menjual rumahnya. Pasalnya, ketika itu harga tanah di Malibu, Florida, melonjak tinggi.

Dinukil dari laman www.rumah.com, setidaknya terdapat empat lokasi prestisius yang mengalami lonjakan harga properti Amerika Serikat yang tajam sepanjang tahun 2012-2013. Dan salah satunya adalah kawasan milik rumah Leo di Malibu-Florida.

Meskipun bukan menjadi rumah paling mahal yang terjual, setidaknya Leo untung besar. Harga jualnya enam kali lipat dari harga pembelian kali pertama.

Selanjutnya, setelah Leo memiliki pundi-pundi hasil penjualan rumah mewahnya, insting bisnisnya terus berjalan.

Setelah film The Wolf of Wall Street di tahun 2013 tayang, namanya kembali melambung, begitu juga pemasukannya.

Ia pun kembali mencari properti hunian baru yang memiliki nilai jual menggiurkan. Namun, ada yang berbeda kali itu. Properti yang dicari Leo adalah hunian yang ramah lingkungan.

Leo cukup peduli dengan kondisi lingkungan atas perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia. Atas kepedulian tersebut, ia pun dinobatkan sebagai United Nation Messenger of Peace oleh PBB pada tahun 2014.

Motivasi Leo untuk mencintai lingkungan ditunjukkan lewat ketertarikannya terhadap apartemen mewah di 61 Fifth Avenue di New York tahun 2013. Harganya Rp 149,19 miliar. Alasannya, apartemen tersebut memiliki sertifikat pernyataan bangunan hijau oleh US. Green Building Council. Sayang, lewat beberapa pertimbangan, ia membatalkan rencana pembelian.

Selanjutnya, ia membeli tiga hunian mewah sekaligus, antara lain rumah mewah di Palm Spring Califronia (Rp 69,45 miliar), apartemen di Battery Park City (Rp 106,8 miliar) dan apartemen Delos di Greenwich, New York (Rp 133,5 miliar).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Leo terlihat mencoba peruntungan seperti kali pertama ia membeli rumah di Pantai Malibu yang ternyata memberikan keuntungan berkali-kali lipat. Puncak upaya Leo untuk berbisnis properti mewah ditunjukkan dengan pembelian Pulau Belize-Costa Rica, Amerika Tengah. Tidak tanggung-tanggung, aktor yang baru saja dinobatkan sebagai aktor terbaik pada Academy Oscar 2016 ini membeli pulau indah itu seharga USD 1,75 juta atau setara dengan Rp 23 miliar (asumsi kurs 1 dolar AS sebesar Rp 13.357) di tahun 2015. Resort yang diberi nama “Blackdore Caye” rencananya akan menjadi resort supermewah ramah lingkungan yang akan beroperasi di tahun 2018 mendatang. Untuk merancang resort mewah ramah lingkungan tersebut, sejak tahun 2005 ternyata Leo diam-diam sudah membidik pihak pengembang properti yang akan dijadikan mitra kerja. Uniknya, pengembang yang berhasil menjadi mitra Leo adalah perusahaan pengembang Delos-New York City, di mana ia juga pernah membeli apartemen tersebut sebelumnya. Selain menggandeng perusahaan pengembang ternama, Leo juga mengikutsertakan tim ahli lingkungan dalam proses revitalisasi pulau. Bagi Leo, upaya pembuatan Blackdore Caye tidak hanya untuk mencari keuntungan saja, tetapi juga upaya pelestarian ekosistem lingkungan Pulau Belize yang sempat rusak karena ulah manusia. Ia menawarkan harga untuk menginap sebesar Rp 22,6–30,6 juta per malam di pulau ini. Feature picture: today.com

Halaman
Show All
Kantrimaharani, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan