Pidato Pemenang Piala Oscar 2016 yang Menggetarkan

Para pemenang Piala Oscar 2016 kerap juga menyampaikan kritik maupun pesan sosial pada dunia lewat pidatonya.

Diterbitkan 29 Februari 2016, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di bagian itu, tokoh yang dimainkan Leonardo DiCaprio berkata pada anaknya yang berdarah campuran bahwa orang tak akan mendengarkan apa yang ia katakan, karena mereka hanya melihat warna kulit anaknya.

Alejandro Inarritu asal Meksiko memenangkan Oscar untuk Sutradara Terbaik untuk film

"Karenanya, ini adalah saat yang tepat untuk membebaskan diri kita dari seluruh prasangka, dan pikiran kesukuan seperti ini. Tolong pastikan bahwa warna kulit akan menjadi sama tak pentingnya dengan panjang rambut kita," ujarnya.

Sharmeen Obaid-Chinoy

Sharmeen Obaid-Chinoy

Sineas asal Pakistan, Sharmeen Obaid-Chinoy, menerima Piala Oscar 2016 untuk Film Dokumenter Pendek Terbaik. Ia memenangkan piala ini lewat A Girl In The River: The Price Of Forgiveness, sebuah dokumenter yang menceritakan gadis Pakistan berusia 18 tahun yang dibunuh keluarganya. Dengan alasan, keluarganya ingin mempertahankan kerhormatan sang gadis yang pergi bersama lelaki yang ia kasihi.

"Minggu ini, Perdana Menteri Pakistan menyebutkan bahwa dia akan mengubah hukum pembunuhan demi kehormatan, setelah menonton film ini. Inilah kekuatan film," ujarnya.

Gabriel Osorio dan Pato Escala

Gabriel Osorio dan Pato Escala

Gabriel Osorio dan Pato Escala adalah dua sineas muda asal Chile yang memenangkan Film Animasi Pendek Terbaik lewat Bear Story. Film ini adalah kisah seorang ayah yang rindu pada keluarganya.

Kisah ini, adalah fabel yang berangkat dari pengalaman negara ini saat berada di bawah pengaruh diktator Augusto Pinochet. Sutradara Gabriel Osorio menyebut bahwa cerita ini terinspirasi dari kakeknya. "Ini diangkat dari kisah kakek kami yang merupakan seorang eksil. Kami harap ke depannya hal ini tak terjadi lagi," ujarnya.

Michael Sugar dan Blye Pagon Faust

Michael Sugar dan Blye Pagon Faust

Spotlight memenangkan penghargaan paling prestisius sebagai Film Terbaik Piala Oscar 2016.

Dua produser film ini, Michael Sugar dan Blye Pagon Faust, maju dan memberikan ucapan penghargaan untuk para jurnalis. "Kita tak akan bisa berada di sini tanpa upaya heroik para jurnalis," ujar Blye Pagon Faust.

"Tak hanya memberikan efek secara global, tapi para reporter ini menunjukan pada kita pentingnya keberadaan jurnalisme investigatif," ujarnya.

Spotlight

Sementara itu, Michael Sugar berharap bahwa pesan film ini tersampaikan hingga ke Vatikan. Pasalnya, Spotlight adalah film yang diangkat dari kisah nyata soal skandal pelecehan seksual yang dilakukan para oknum pastor. "Hal ini benar-benar masih terjadi hingga saat ini. Cerita Spotlight baru saja dimulai," katanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan