JYJ Ubah Dominasi Agensi terhadap Artis di Dunia Hiburan Korea

JYJ yang memecahkan diri dari TVXQ membuat perubahan yang sangat berarti di dunia hiburan negeri ginseng.

Diterbitkan 08 Januari 2016, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

TVXQ

SM Entertainment Diduga Melakukan Sabotasi Kegiatan JYJ

Perpecahan itu ternyata membuat perseteruan antara SM Entertainment dengan JYJ. Bahkan, JYJ sempat disabotase atau dipersulit saat harus tampil di publik.

Komisi Perdagangan Korea (FTC) angkat bicara. FTC meminta SM Entertainment untuk tak mengganggu kegiatan JYJ lagi. "Meski penjualan album JYJ tinggi, kegiatan JYJ di Korea sangat dibatasi. Akibatnya, JYJ melakukan promosi di luar negeri di mana SM Entertainmnet tak memiliki pengaruh," kata wakil FTC, dilansir dari KPopStarz, Juli 2013.

TVXQ yang masih beranggotakan lima orang yaitu Changmin, Yunho, Jaejoong, Junsu dan Yoochun.

SM Entertainment dengan pengaruhnya berbicara dengan Persatuan Budaya Pop dan Industri Musik Korea untuk menyabotase JYJ untuk tampil di televisi. SM Entertainment bahkan meminta Warner Music Korea untuk menghentikan distribusi album perdana JYJ berjudul The Beginning.

Namun, JYJ tetap semangat untuk tampil di hadapan penggemar. Mendengar kabar ini, JYJ mengucapkan terima kasih. "Kami berterima kasih atas putusan FTC. Kami telah berseteru dengan SM Entertainment sejak 2009 silam. Kami merasa memiliki sedikit kekuataan saat ini," kata JYJ melalui situs resminya.

JYJ (Naver)

Sayangnya pada praktiknya JYJ tetap 'dikucilkan' saat melakukan kegiatan di negara asalnya. Sonbadak TV menayangkannya beberapa bukti mengenai keterlibatan SM Entertainment dalam menyabotase kegiatan JYJ di Korea Selatan. Salah satunya, komisi pengadilan setempat mendapat bukti tentang adanya gangguan dari SM Entertainment yang tidak mengizinkan JYJ ikut dalam program acara.

Penggemar JYJ yang kesal hanya bisa mengelus dada melihat idolanya mendapatkan perlakuan tak adil. Bahkan, seorang fan JYJ bernama Jung Hae Im dengan berani membawa masalah ini ke Komisi Pengadilan Korea Selatan.

Penuturan penggemar setia JYJ, Jung Hae Im menyebutkan, dia ingin membeli soundtrack lagu yang dinyanyikan trio itu di sebuah situs pada saat itu. Sayangnya, Jung Hae Im tak bisa melakukannya karena semua lagu JYJ dicekal di Korea. Jung Hae Im berjuang selama 4 tahun mengurangi ketidakadilan kontrak idolanya.

JYJ (Naver)

JYJ Laws Pun Disahkan

Rancangan Undang-undang JYJ diusulkan untuk mencegah tindakan penyiaran Korea dari pihak ketiga yang menyabotasi atau menuliskan dalam daftar hitam individu atau kelompok tertentu yang ingin muncul di televisi. Semua itu terjadi dengan adanya kasus JYJ yang mencuat hingga nama undang-undang pun diambil dari nama trio yang dulu pernah menjadi 'mesin pencetak uang' SM Entertainment.

Secara khusus, amendemen melarang perusahaan penyiaran yang mencegah individu atau kelompok pada acara karena permintaan pihak ketiga yang tidak berhubungan dalam produksi acara. Atau karena permintaan yang berasal dari pihak ketiga bahkan setelah individu tertentu atau kelompok telah dibebaskan secara hukum untuk tampil di acara, diwartakan Soompi pada November 2015.

JYJ sempat meneteskan air mata saat menyayikan lagu TVXQ di atas panggung. Seperti apa ceritanya?

Jika sebuah perusahaan penyiaran melanggar kebijakan ini, maka Komisi Komunikasi Korea dapat mengeluarkan perintah korektif untuk memberikan denda hingga 2 persen dari keuntungan perusahaan.

Choi Min Hee, ketua pengajuan amandemen undang-undang JYJ Laws, mengatakan, "Dengan undang-undang ini, hak-hak seniman seperti JYJ yang tampil di televisi tidak diganggu, serta hak-hak fans yang ingin melihat mereka di televisi dijamin secara hukum."

JYJ Laws disambut baik oleh publik. Agensi yang mengasuh Jeajoong, Yoochun dan Junsu pun senang akhirnya JYJ lepas dari rantai besi yang membelenggu sejak mereka lepas dari SM Entertainment.

JYJ lembaga C-Jes mengatakan, "Kami telah berjuang dengan kondisi yang tidak adil ini selama 7 tahun. Kami bersyukur bahwa kita tidak sendirian dalam menentang itu. Kami berharap bahwa dengan perubahan ini, aksi yang tidak adil tidak akan lagi terjadi di industri hiburan." (Des/Adt)*

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Desika Pemita, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan