Sukses

Prince Rilis Lagu Terinspirasi Insiden Baltimore

Liputan6.com, Los Angeles Prince merupakan salah satu ikon musik AS. Ia baru saja merilis lagu terbaru berjudul "Baltimore". Lagu ini dirilis sehari sebelum Prince tampil di konser Rally4peace, di Royal Farms Arena di Baltimore, Minggu (10/5).

Lagu yang direkam di Paisley Park Studios ini didedikasikan untuk Freddie Gray yang menjadi korban kekerasan rasis polisi dan meninggal akibat cedera tulang belakang.

Setelah kepergian Gray pada 19 April 2015, warga Baltimore melakukan aksi protes saat mengetahui Gray meninggal setelah mendapatkan kekerasan dari anggota kepolisian setempat.

Padahal pendiri festival mengaku sangat menginginkan Prince untuk bernyanyi di atas panggung.

"Apakah ada yang mendengar kita berdoa untuk Michael Brown atau Freddie Gray? Jika tidak ada keadilan, maka tidak ada perdamaian"

Demikianlah potongan lagu "Baltimore" yang diciptakan pria bernama lengkap Prince Roger Nelson ini. Musisi berusia 56 tahun ini berkolaborasi dengan Eryn Allen Kane yang memiliki karakter suara kuat.

Prince berhenti menggunakan kata-kata kasar di dalam lirik-lirik lagunya karena ingin menghormati semua orang.

Selain Freddie Gray, Prince juga menyebut nama korban lain dalam kasus rasisme penegak hukum di AS, salah satunya Michael Brown.

Prince yang telah meluncurkan sedikitnya 34 album studio ini ingin menyampaikan pesan cinta dan damai lewat lagu "Baltimore". Lagu ini dinyanyikan untuk pertama kalinya di konser Rally4Peace bersama bandnya 3RDEYEGIRL. Hasil dari penjualan tiketpun akan disumbangkan ke organisasi pemuda Baltimore. (Ami Nindita/Ade)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.