Apa Cowok Jadi Kurang Macho Jika Nonton Cinderella?

Benarkah film Cinderella hanya cocok ditonton cewek?

Diterbitkan 19 Maret 2015, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Seperti saya tulis saat mengulas Cinderella di situs ini, sutradara Kenneth Branagh memang tak tertarik menyuguhkan pandangan—pandangan pro feminisme di Cinderella versi barunya. Ia tampak lebih tertarik mengajak penonton bernostalgia dengan Cinderella dari film animasi 1950-an, yang berarti mengusung pula nilai-nilai lawas Disney masa itu.

Yang perlu Anda pahami pula, meski mengusung nilai-nilai masyarakat lama, Cinderella Disney versi 1950-an terus diputar hingga kini dinikmati berbagai generasi. Persentuhan kebanyakan orang dengan cerita Cinderella pertama kali lewat versi animasi Disney tahun 1950-an, bukan dengan cerita aslinya yang merupakan dongeng Prancis.

Maka, pertanyaannya kemudian menjadi: kenapa cerita Cinderella yang mengusung nilai-nilai lama tetap disukai penonton sekarang?

Cinderella Cocok Buat Cowok?

Saat Cowok Nonton Cinderella

Jawaban saya, orang suka cerita impian. Lewat kisah Cinderella klasik, penonton diajak bermimpi jadi putri kerajaan dan dinikahi pangeran tampan. Kisahnya menjadi semacam eskapisme dari problem hidup di dunia nyata.

Bagi kebanyakan perempuan, cerita putri Disney model begini menjadi kisah impian mereka sejak kecil. Usai nonton film putri Disney, anak perempuan begitu bahagia bila dibelikan baju mirip seorang putri.

Lalu, apa manfaat cerita model Cinderella bagi cowok?

Nyaris tak ada sebetulnya, kecuali melihat betapa beruntungnya bila menjadi tampan dan kaya sekaligus. Cerita model Cinderella tak mengajarkan pria untuk berusaha menjadi kaya dengan rajin bekerja, misalnya, lantaran sang pangeran, sebagai anak raja, sudah kaya raya dari sananya.

Cerita Cinderella memang ditujukan bagi perempuan. Di cerita itu, kaum pria sekadar menjadi objek, bukan subjek penggerak cerita. Kisah Pinokio atau The Lion King lebih cocok bagi bocah laki-laki karena mengajarkan kebajikan serta tanggung jawab. Atau juga film Disney yang lain, Cars yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan.

Jadi, sebetulnya tak aneh bila ada pria yang tak merasa cocok nonton Cinderella. Sebab, pria memang bukan target audience dari dongeng putri Disney.

Namun, jika pertanyaannya adalah, "Apa pria jadi kurang macho lantaran suka cerita Cinderella?", bagi saya justru sebaliknya. Cowok macho harus suka Cinderella!

Kenapa?

Sebab, di Cinderella cowok digambarkan sempurna (kaya dan tampan). Penggambaran cowok di Cinderella adalah impian para cewek. Dan menurut saya, ketika kekasih atau istri Anda mengajak serta nonton Cinderella, mungkin saja maksudnya adalah ia hendak menunjukkan, di kehidupan nyata dia telah menemukan pangeran tampan pujaannya. Yaitu Anda, para pria, yang telah dipilihnya jadi kekasih atau suami.

Kalaupun Anda, misalnya, merasakannya sebagai sindirin (lantaran Anda tak merasa tampan atau kaya), jadikanlah filmnya sebagai inspirasi untuk memacu diri, berdandan agar jadi tampan maupun berusaha untuk jadi kaya raya seperti pangeran.

Dan bukankah tak ada yang lebih macho ketimbang membahagiakan orang terkasih, walaupun itu cuma menemaninya nonton film Cinderella? 

Tapi, bagaimana bila ada cowok nonton film Cinderella sendirian? Well, saya cuma bisa bilang, "Kasihan banget nonton sendiri, mblo…" *** (Ade)

Baca juga:

RESENSI Film Cinderella

INFOGRAFIS Cinderella

Mengenal Lily James, Si Cinderella di Film Baru Disney

10 Fakta Menarik Seputar Film Cinderella

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan