Mengenang Voltus V, Goggle-V dan Superhero Klasik Jepang

Apa kabar superhero klasik Jepang? Di sini kita akan mengenang kembali Voltus V, Goggle V, Megaloman, dan judul-judul lainnya.

Diterbitkan 06 Februari 2015, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan



Meski begitu, sudah banyak judul-judul anime dengan genre mecha yang bertebaran di Jepang selain Voltus V. Sebut saja franchise Gundam, Getter Robo, Macross, Go Lion (Voltron), hingga Mazinger Z. Rata-rata tema yang diusung adalah pertempuran antara robot raksasa buatan manusia bumi melawan para monster atau penghuni di luar bumi.

Goggle-V dan Genre Super Sentai

2. Goggle-V dan Genre Super Sentai

Dai Sentai Goggle-V (Goggle Five) dirilis pada 1982 dan menjadi salah satu judul tokusatsu yang mempopulerkan genre Super Sentai di Indonesia pada pertengahan 1980an. Padahal, jenis super sentai sudah ada sebelumnya sejak 1975 melalui Himitsu Sentai Gorenger.

Goggle-V sendiri merupakan judul Super Sentai keenam di Jepang. Seperti judul-judul sebelumnya, di sini kita bisa melihat sebuah tim (di Goggle-V ada lima orang) yang mampu berubah menjadi superhero melalui kostum berbeda warna di setiap anggotanya. Mereka bertarung melawan monster-monster mengerikan dan mengendarai robot saat lawannya berubah menjadi raksasa.



Sayang memang Goggle V tidak dipoles kembali menjadi sebuah film atau sekuel seperti franchise Power Ranger asal Amerika yang sebenarnya menyadur dari kisah Kyoryu Sentai Zyuranger. Hingga 2015, sudah ada 39 Super Sentai yang telah mengudara di Jepang.

Megaloman, Ultraman, dan Giant Hero

3. Megaloman, Ultraman, dan Giant Hero

Selain kedua genre yang disebutkan sebelumnya, seri tokusatsu berjenis Giant Hero memang tidak memiliki judul yang banyak. Terkecuali Ultraman yang kini telah menjadi franchise tersendiri. Akan tetapi, jangan lupakan Megaloman yang mengudara sejak Mei hingga Desember 1979.

Serial Megaloman tayang di Jepang dengan jumlah 31 episode. Salah satu ciri khas superhero raksasa satu ini adalah rambutnya yang panjang sebagai senjata utamanya. Di indonesia, hal itu terlihat sangat menarik hingga mengalahkan gaya jurus pamungkas Ultraman.



Genre Giant Hero selain Ultraman dan Megaloman yang sempat dikenal di Indonesia adalah Silver Kamen, Gridman (di AS terkenal dengan judul Superhuman Samurai Syber Squad), dan Iron King.

Gaban dan Metal hero

4. Gaban dan Metal Hero

Space Sheriff Gavan (kita kerap mengejanya dengan Gaban) adalah pelopor genre tokusatsu Metal Hero. Selain penampilan dan aksinya yang memang terlihat keren di awal era 1980an, serial ini memiliki lagu yang unik dan mudah diingat.

Pergerakan Gaban meletupkan ide-ide baru bagi para sineas superhero Jepang hingga muncullah judul-judul top lain seperti Sharivan, Shaider, Juspion, Metalder, Jiraiya, Jiban, Winspector, hingga Janperson.



Rasa terima kasih harus terucap dari para penggemar Gaban terhadap sineas baru. Pasalnya, pada 2012 lalu, sebuah film bertajuk Space Sheriff Gavan: The Movie telah dirilis. Di situ kita bisa melihat sang polisi angkasa beraksi dengan efek visual zaman sekarang yang tidak terlihat kuno lagi.

Genre Lain Seperti Kamen Rider, Lion Maru, hingga Kaiju

5. Genre Lain Seperti Kamen Rider, Lion Maru, hingga Kaiju

Dunia tokusatsu semakin meluas kala kita menelusuri genre-genre lain di luar yang telah disebutkan sebelumnya. Sebut saja Kamen Rider yang salah satu judul paling terkenal di Indonesia adalah Kamen Rider Black alias Satria Baja Hitam serta seri RX.

Selain itu, ada juga seri Lion-Maru yang bertempat di era Sengoku (antara 1467 hingga 1603). Di situ kita bisa melihat aksi ninja bernama Shishimaru yang menjadi pahlawan dengan berubah sebagai manusia singa bernama Lion-Maru. Franchise ini sempat dilanjutkan pada tahun 2006 dengan judul Lion-Maru G yang bersetting di era modern. Uniknya, Shishimaru justru dibuat sebagai seorang gigolo pengecut.



Genre lain yang menarik untuk disaksikan adalah Kaiju atau 'monster'. Beberapa franchise populer menjadi tombak utama genre tokusatsu satu ini, terutama Godzilla. Selain itu, Mothra dan Gamera juga cukup menjadi idola tersendiri di kalangan anak-anak. (Rul/Ade)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan