6 Kebodohan Konyol dalam Drama Korea

Beberapa hal kecil dalam drama Korea kerap kali membuat hasil gambar menjadi lucu. Seperti apa 6 kebodohan dalam drama Korea?

Diterbitkan 15 Desember 2014, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul Drama Korea yang tengah digemari publik menampilkan berbagai suguhan yang menarik dalam ceritanya, mulai dari tema percintaan, persahabatan hingga balas dendam. Setting yang dibuat dalam drama Korea--baik tempat maupun waktu--juga telah diatur sedemikian rupa.

Biasanya, drama Korea akan membawa penonton melintasi waktu dan zaman dengan setting waktu. Karena itu, kesalahan harus diminimalisir dalam pembuatannya.

Sayangnya, hal kecil tanpa disadari bisa "bocor" dalam drama Korea hingga membuat hasil gambar menjadi lucu. Seperti apa 6 kebodohan dalam drama Korea?

Baca juga:

5 Fakta Menarik Miss Indonesia 2014 Maria Rahajeng

Lucunya 10 Nama Asli Artis Indonesia (Bagian 2)

4 Kisah Cinta Artis K-Pop yang Menghebohkan 2014

5 Film Horor Hollywood Paling Mengecewakan di 2014

10 Film Hollywood Terbaik 2014

5 Lagu Indonesia Terpopuler Sepanjang 2014

Gantengnya 8 Brondong Masa Depan

10 Peristiwa Hollywood yang Menghebohkan Dunia


Sepatu Hak Tinggi di drama Jang Ok Jung

Sepatu Hak Tinggi di drama Jang Ok Jung

Drama ini mengambil sisi lain dari Jang Ok Jung. Jika biasanya, wanita zaman itu merupakan wanita ambisius yang menjadi duri bagi masyarakat, Jang Ok Jung yang diperankan Kim Tae Hee juga memberikan sedikit nilai positif dengan mengisahkan kehidupannya yang juga sebagai desainer berbakat, tak hanya sebagai selir raja Sukjong (diperankan Yoo Ah In).

Jang Ok Jung mengambil setting waktu di zaman Joseon. Biasanya, di era ini, masyarakat Korea masih mengenakan pakaian tradisional Hanbok. Sepatu yang dikenakan untuk wanita adalah suhye", "unhye", "danghye", dan "heukhye. Gatsin", lebih dikenal sebagai sepatu bunga, sepatu kulit tradisional Korea yang dipisahkan menjadi dua jenis, "hwa" (boot shoes) dan "hye" (low-rise shoes). "Gatsin" atau sepatu kulit awalnya hanya dipakai oleh "Yangban" (kelas bangsawan) dan keluarga kerajaan, sementara rakyat jelata mengenakan bakiak kayu atau sepatu jerami selama kerajaan Joseon (1392-1910).



Sementara, dalam drama Jang Ok Jung, tampaknya sutradara kurang jeli melihat kostum pemainnya. Di sini, salah seorang dayang mengenakan sepatu berhak tinggi yang ada di zaman modern.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Barcode di Teko Minuman Slave HunterSlave Hunter merupakan drama yang juga mengambil setting waktu di Era Joseon (abad ke 17). Saat itu, perbudakan melanda tanah korea dengan jumlah budak sampai 40 persen dari rakyat biasa.Slave Hunter bercerita tentang karakter yang bernama Lee Dae Gil, seseorang yang hidup dari bayaran dengan menangkap kembali para budak melarikan diri. Lee Dae Gil dahulunya adalah anak seorang bangsawan, tapi hidupnya menjadi hancur gara-gara kakak dari budak yang dicintainya Un Nyun membakar rumahnya dan menghabisi keluarganya. Un Nyun kemudian bebas dan berubah nama menjadi Kim Hye Won. Lee Dae Gil harus berhadapan dengan Song Tae Ha--mantan jendral yang menjadi budak karena kesalahan yang tidak dia perbuat--yang harus kabur karena amanat yang harus diembannya. Un Nyun dan Hye Won yang kabur dari rumah lalu bertemu dengan Tae Ha yang sedang berusaha lolos dari kejaran Dae Gil. Terjadilah cinta segitiga antara Dae Gil, Un Nyun, dan  Tae Ha. Di sini, kejadian bodoh terjadi saat pemeran Slave Hunter menggunakan teko. Tak ada masalah dengan teko yang terlihat dilapisi cat emas itu karena bentuknya memang sesuai dengan benda di era joseon. Sayangnya, barcode produk terlihat jelas saat pemeran Slave hunter menuangkan air dari teko.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan