Membaca Pemenang FFI 2014, Membaca Masa Depan Sinema Kita

Kemenangan nama-nama baru di Festifal Film indonesia (FFI) 2014 adalah juga kemenangan generasi baru.

Diterbitkan 08 Desember 2014, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Adegan film Tabula Rasa

Kemenangan Generasi Ketiga Sineas Indonesia

Kemenangan Generasi Ketiga Sineas Indonesia
Lalu, mari kita lihat pemenang kategori film bioskop. Sungguh sebuah kejutan yang manis bahwa yang meraih gelar film terbaik adalah film-film yang tidak disutradarai nama-nama lawas seperti Rako Prijanto, Hanung Bramantyo, Lasja F. Susatyo, maupun Riri Riza. Kebanyakan nama itu adalah angkatan pertama dan kedua dari sinema Indonesia pasca 1998.

Juri FFI rupanya lebih memilih film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko, Cahaya dari Timur: Beta Maluku, sebagai Film Terbaik. Angga, usianya baru 29 tahun, bolehlah dibilang angkatan ketiga sineas kita pasca 1998. Ia sudah membuat lima film sejak 2006 (Selain Cahaya, Angga membuat Foto, Kotak, dan Jendela, Jelangkung 3, Musik Hati, dan Hari Untuk Amanda). Namun, film-filmnya tak pernah begitu menyita perhatian, dalam arti hasilnya biasa-biasa saja.

Semua film yang dibuat Angga Dwimas Sasongko bukan film jelek. Namun, memang tak ada yang menjadi box office. Senang akhirnya konsistensi Angga tak kunjung membuat film jelek mendapat penghargaan.

Adegan film Selamat Pagi, Malam.

Di lain pihak, di deretan daftar Sutradara Terbaik, senang melihat nama-nama lawas seperti Rako Prijanto, Hanung Bramantyo, dan Riri Riza bersaing dengan Lucky Kuswandi dan Adriyanto Dewo. Lebih senang lagi yang menang kemudian Adriyanto Dewo (lewat filmnya Tabula Rasa). Adriyanto berumur 30 tahun, hanya selisih satu tahun dengan Angga.       

Ad

riyanto, Angga, dan juga Lucky adalah wajah baru masa depan sinema kita. Di pundak mereka kelak sinema kita dibebankan. Sepanjang tahun ini mereka sudah memberi karya-karya terbaik. Lucky dengan Selamat Pagi, Malam; Angga dengan Cahaya Dari Timur: Beta Maluku; dan Adriyanto dengan Tabula Rasa.

Kita berharap penghargaan yang diberikan FFI pada Adriyanto, Angga, ataupun Lucky, akan memacu mereka membuat film lebih baik dari yang sudah mereka buat tahun ini. Jika demikian adanya, sinema kita di masa depan dijamin bakal lebih cerah. Semoga saja. (Ade)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan