5 Film Terlaris Sepanjang Masa di Tiongkok

Kami menyuguhkan apa saja lima film yang meraih penghasilan paling banyak di tanah Tiongkok.

Diterbitkan 03 Juli 2014, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lost in Thailand

2. Lost in Thailand (Sutr. Xu Zheng, 2012), USD 202,1 juta

Film komedi karya sutradara yang semula adalah aktor, Xu Zheng berkisah tentang petualangan kocak tiga pria Tiongkok di Thailand. Filmnya tak sekadar menjadi film berbahasa Mandarin yang paling laris sepanjang masa, tapi juga yang mendatangkan untung lebih banyak (filmnya dibuat dengan bujet USD 4,8 juta). Berkat sukses besar film ini, produser Enlight Media yang membuatnya kini menjadi studio film terbesar kedua di Tiongkok di bawah Huayi Brothers.

Transformers: Dark of the Moon

3. Transformers: Dark of the Moon (Sutr. Michael Bay, 2011), USD 173,6 juta

Film Transformers ketiga yang dibuat Michael Bay ini rilis sebulan setelah filmnya edar di berbagai negara lain. Pemerintah Tiongkok ingin memberi tempat pada film Beginning of the Great Revival di bioskop sebagai bagian perayaan hari lahir ke-90 Partai Komunis Tiongkok. Segala hal—dari promosi besar-besaran dan membatasi pesaing dari Hollywood--dilakukan demi film tersebut memecahkan rekor box office. Hasilnya: `Transformers 3` meraih penghasilan tiga kali lebih banyak dari `Beginning of the Great Revival`.

Journey to the West: Conquering the Demons

4. Journey to the West: Conquering the Demons (Sutr. Stephen Chow, 2013), USD 166,8 juta

Bintang Hong Kong Stephen Chow populer sejak tahun 1990-an antara lain lewat film-film kocak yang memplesetkan legenda Journey to the West atau di sini dikenal dengan kisah Sun Go Kong. Tahun 2013 kemarin, Chow sekali lagi mengangkat kisah legenda si Raja Kera ke bioskop. Hasilnya, filmnya melampaui pendapatan 1 miliar yuan (setara Rp 1,9 triliun) hanya dalam 16 hari edar. Film ini hanya terpaut USD 4 juta sebagai film berbahasa Mandarin terlaris.

Titanic 3D

5. Titanic 3D (James Cameron, 2012), USD 152,4 juta

Film Titanic yang edar kembali dalam format 3D mencatat rekor ketika itu sebagai film yang paling banyak menghasilkan uang di Tiongkok saat edar di minggu pertama. Para pengamat dan pebisnis film terkejut kala filmnya lebih menghasilkan uang di Tiongkok daripada di AS, walaupun adegan bugil Kate Winslet disensor. Sejumlah pengguna Weibo (Twitter versi Tiongkok) berkicau adegan bugil itu disensor karena pemerintah takut penonton akan "menjamah tubuh Kate Winslet dan karenanya bakal mengganggu penonton lain di bioskop." Lelucon di dunia maya ini kemudian disalah-artikan di dunia Barat disangka itu adalah alasan resmi pemerintah menyensor. Koran Inggris The Guardian sampai terkecoh dalam memberitakannya. (Ade/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan