PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan (ditanggungkan) kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 22,32 juta untuk periode Januari-September 2013.
Padahal periode sama tahun 2012, perseroan masih mencatatkan untung sebesar US$ 56,06 juta. Meski demikian, perseroan masih mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 12,5% menjadi US$ 2,68 miliar untuk periode Januari-September 2013.
Perseroan mencatatkan kenaikan beban usaha sebesar 16% sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2013. Beban usaha perseroan menjadi US$ 2,66 miliar hingga sembilan bulan pertama tahun 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai US$ 2,29 miliar.
Kenaikan beban usaha dari operasional penerbangan menjadi US$ 1,59 miliar hingga sembilan bulan pertama 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar US$ 1,32 miliar. Tiket, penjualan dan promosi naik menjadi US$ 242,35 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013.
Dengan kenaikan beban usaha itu, laba usaha perseroan turun menjadi US$ 22,10 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar US$ 89,84 juta.
Perseroan mendapatkan kenaikan pendapatan keuangan menjadi US$ 11,19 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/10/2013).
Total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi US$ 2,9 miliar pada 30 September 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai US$ 2,51 miliar. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi US$ 372,59 juta pada 30 September 2013.
Pada perdagangan saham siang ini, saham GIAA melemah 1% ke level Rp 495 per saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 1,3 miliar. (Ahm)
Padahal periode sama tahun 2012, perseroan masih mencatatkan untung sebesar US$ 56,06 juta. Meski demikian, perseroan masih mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 12,5% menjadi US$ 2,68 miliar untuk periode Januari-September 2013.
Perseroan mencatatkan kenaikan beban usaha sebesar 16% sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2013. Beban usaha perseroan menjadi US$ 2,66 miliar hingga sembilan bulan pertama tahun 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai US$ 2,29 miliar.
Kenaikan beban usaha dari operasional penerbangan menjadi US$ 1,59 miliar hingga sembilan bulan pertama 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar US$ 1,32 miliar. Tiket, penjualan dan promosi naik menjadi US$ 242,35 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013.
Dengan kenaikan beban usaha itu, laba usaha perseroan turun menjadi US$ 22,10 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar US$ 89,84 juta.
Perseroan mendapatkan kenaikan pendapatan keuangan menjadi US$ 11,19 juta hingga sembilan bulan pertama tahun 2013. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/10/2013).
Total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi US$ 2,9 miliar pada 30 September 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai US$ 2,51 miliar. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi US$ 372,59 juta pada 30 September 2013.
Pada perdagangan saham siang ini, saham GIAA melemah 1% ke level Rp 495 per saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 1,3 miliar. (Ahm)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2987/original/garuda-indonesia-130911-b.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510179/original/051798900_1626238814-000_9EW4ZG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342759/original/051911900_1788819245-20260907_153627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510180/original/008174500_1626238886-000_9EW4ZH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3635821/original/073450800_1637147620-20211117-garuda-tutup-97-rute-penerbangan-Selama-Proses-restrukturisasi-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339362/original/044605400_1788413367-049807600_1788412692-IMG-20260903-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339375/original/019538700_1788413471-1091639.jpg)