Cek Jadwal Libur Bursa saat Memperingati Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila

Berikut jadwal libur bursa pada Mei dan Juni 2026 untuk memperingati Idul Adha dan hari lahir Pancasila.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 12:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis jadwal libur bursa 2026. Pada pekan ini, aktivitas perdagangan saham berlangsung pendek karena ada libur Idul Adha dan cuti bersama Idul Adha.

Mengutip laman BEI, ditulis Selasa (26/5/2026), aktivitas perdagangan saham libur untuk memperingati Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026 dan Kamis, 28 Mei 2026. Perdagangan saham akan lanjut pada Jumat, 29 Mei 2026. Dengan demikian, jadwal hari bursa sebanyak 16 hari. Hal ini seiring ada libur nasional, cuti bersama dan libur akhir pekan pada Sabtu dan Minggu.

Kemudian libur bursa kembali pada Senin, 1 Juni 2026 untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Selanjutnya pada 16 Juni 2026 untuk memperingati 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Dengan demikian, hari bursa sebanyak 20 hari pada Juni 2026.

Sepanjang 2026, BEI mencatat jumlah hari bursa sebanyak 239 hari. Selain itu, libur bursa juga akan ditetapkan kemudian apabila kegiatan kliring ditiadakan oleh Bank Indonesia atau karena ada pengumuman pemerintah mengenai peniadaan kegiatan kerja pada suatu hari tertentu.

Seiring jadwal libur bursa itu, mengutip laman most.co.id, investor dan pelaku pasar juga perlu memperhatikan perhitungan hari penyelesaian transaksi disesuaikan dengan hari bursa. Perencanaan harus dilakukan terutama menghitung jadwal penyelesaian transaksi.

 

Pembukaan IHSG pada 26 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan saham Selasa, (26/5/2026) tetapi kemudian mampu berbalik arah. Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan. 

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun menjadi 6.201,80 dari penutupan sebelumnya 6.206,34. namun pada pukul 09.05 WIB, IHSG berbalik arah dengan naik 0,20 persen ke level 6.222,08.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,27 persen menjadi 628,19. Sebagian besar indeks saham acuan terbakar.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.208,53 dan level terendah 6.185,04. Sebanyaj 315 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu, 156 saham melemah dan 198 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 90.430 kali dengan volume perdagangan saham 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 744 miliar.

Sektor saham pun bervariasi. Sektor saham infrastruktur membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,44 persen dan disusul sektor transportasi yang naik 1,35 persen.

Namun, sektor keuangan tertekan 0,63 persen dan sektor noncyclical melemah 0,47 persen.

 

IHSG Diprediksi Masih Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.899 sebagai level support. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan sebesar 0,72% ke 6.206 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 25 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji 5.899, sekaligus area support-nya,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 5.880-6.220.