Lo Kheng Hong Beli 15,17 Juta Saham DILD Buat Investasi

Investor Lo Kheng Hong kini mengenggam 7,08% saham PT Intiland Development Tbk (DILD).

Diterbitkan 17 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Investor Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham PT Intiland Development Tbk (DILD). Tujuan pembelian saham DILD ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (17/5/2026),  Lo Kheng Hong membeli 15.179.600 saham DILD dengan harga Rp 129 per saham pada 4 Mei 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham DILD senilai Rp 1,95 miliar.

“Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham, Lo Kheng Hong memiliki 7,08% saham DILD atau setara 733,68 juta saham DILD. Sebelumnya, Lo Kheng Hong memiliki 718,50 juta saham DILD atau setara 6,935.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 13 Mei 2026, harga saham DILD turun 1,6% menjadi Rp 123 per saham. Harga saham DILD dibuka stagnan di posisi Rp 125 per saham. Saham DILD berada di level tertinggi Rp 126 dan terendah Rp 123 per saham. Total frekuensi perdagangan 953 kali dengan volume perdagangan saham 207.930 saham. Nilai transaksi Rp 2,6 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. IHSG anjlok 1,98% menjadi 6.723,32. Indeks saham LQ45 merosot 1,79% menjadi 657,88. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Total frekuensi perdagangan saham 2.299.552 kali dengan volume perdagangan saham 38,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.470.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 4,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 1,26%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 4,43%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,61%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,44%, sektor saham consumer siklikal terperosok 1,4%.

Lalu sektor saham kesehatan melemah 1,22%, sektor saham Keuangan tergelincir 0,58%, sektor saham properti merosot 0,70%, sektor saham teknologi terpangkas 0,71% dan sektor saham infrastruktur susut 2,72%.

Lo Kheng Hong Lepas 8,18 Juta Saham SIMP, Ini Alasannya

Sebelumnya, pemegang saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yakni Lo Kheng Hong melepas saham SIMP pada 14 April 2026. Tujuan penjualan saham SIMP ini untuk merealisasikan keuntungan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/4/2026), Lo Kheng Hong melepas saham SIMP sebanyak dua kali pada 14 April 2026. Pertama, ia melepas 1.377.000 saham SIMP dengan harga Rp 925 per saham. Kedua, ia menjual 6.812.000 saham SIMP dengan harga Rp 920 per saham. Total penjualan saham  8.189.500 saham SIMP dengan nilai transaksi Rp 7,54 miliar.

“Tujuan transaksi untuk merealisasikan keuntungan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi penjualan saham SIMP, Lo Kheng Hong memiliki 771.017.500 saham SIMP atau setara 4,97%. Sebelum transaksi tersebut, Lo Kheng Hong memiliki 779.207.000 saham SIMP.

Berdasarkan data RTI, harga saham SIMP turun 5,23% menjadi Rp 815 per saham. Harga saham SIMP dibuka stagnan di posisi Rp 860 per saham. Saham SIMP berada di level tertinggi Rp 865 dan level terendah Rp 810 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.008 kali dengan volume perdagangan saham 471.977 saham. Nilai transaksi Rp 39,1 miliar. Harga saham SIMP melonjak 42,98% secara year to date (ytd).

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 21,06 triliun atau meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit serta minyak dan lemak nabati.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, laba bruto naik 13% secara tahunan menjadi Rp 5,47 triliun. Laba usaha meningkat 21% menjadi Rp 4 triliun, sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 33% menjadi Rp2,07 triliun. Core profit juga tumbuh 26% menjadi Rp 2,91 triliun.

Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun 2% menjadi 2,71 juta ton. Namun, total produksi CPO justru meningkat 4% menjadi 733 ribu ton, didukung kenaikan pasokan TBS dari pihak eksternal.

Rasio pengungkit neto (net gearing) perusahaan juga membaik menjadi 0,04x per akhir 2025, dibandingkan 0,11x pada akhir 2024, mencerminkan struktur permodalan yang semakin sehat.

Hadapi Berbagai Tantangan

Direktur Utama SIMP, Paulus Moleonoto, menyatakan, Grup SIMP mencatat kinerja yang positif di 2025 meskipun menghadapi berbagai tantangan agribisnis yang terus berlanjut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global.

"Grup SIMP tetap berfokus, diantaranya, pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan investasi modal, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

SIMP merupakan grup agribisnis terdiversifikasi dan terintegrasi, dengan lini usaha mulai dari riset dan budidaya kelapa sawit hingga pengolahan minyak sawit mentah (CPO) serta distribusi produk turunannya seperti minyak goreng, margarin, dan lemak nabati.

Selain sawit, perusahaan juga mengembangkan komoditas lain seperti karet, tebu, kakao, dan teh.