Incar Fee Based Income, BNI Gaet Manulife

PT Bank Negara Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan PT Manulife Aset Menagement Indonesia dalam memberikan layanan investasi reksa dana.

Diterbitkan 31 Juli 2013, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjalin kerjasama dengan PT Manulife Aset Menagement Indonesia (MAMI) dalam memberikan layanan kemudahan untuk berinvestasi reksa dana. Kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan pencapaian fee based income.

Menurut Direktur Business Banking BNI, Khrisna Suparto, pengembangan bisnis BNI berkontribusi cukup signifikan terhadap pemasukan perusahaan. "Kontribusi pengembangan bisnis korporasi BNI terhadap fee base income sekitar 30%," ungkapnya di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Secara teknis kerjasama ini akan menyediakan sarana pembelian reksa dana MAMI melalui layanan BNI Autodebet.

Dengan kerjasama ini, Manulife juga memperoleh bantuan pengelolaan keuangan reksadana dimana BNI memberikan layanan Cash Management. Layanan ini membantu Manulife memantau kegiatan operasional dari rekening reksadananya.

Lebih lanjut Krisna mengatakan Manulife menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan layanan BNI Autodebet untuk pembelian produk reksadana bagi nasabah BNI.

"Kami menyadari bahwa reksa dana telah menjadi alternatif investasi yang popular bagi masyarakat Indonesia. Dengan kerjasama ini memberikan kemudahan akses bagi nasabah kami yang ingin berinvestasi secara teratur di reksa dana melalui Manulife melalui BNI Autodebet,"tegasnya.

Lewat kerjasama kedua pihak ini, nasabah yang memiliki rekening tabungan maupun giro BNI dapat membeli reksa dana Manulife melalui layanan Autodebet. Kedepannya, BNI akan memperluas layanan pembelian produk reksadana investor Manulife melalui fasilitas BNI e-Banking (BNI ATM, BNI SMS Banking, BNI Internet Banking).

Hingga semester I 2013, BNI mencatat jumlah transaksi autodebet mencapai 790 ribu transaksi dengan nominal sekitar Rp 65 miliar. Adapun frekuensi transaksi e-Banking BNI yang menggunakan SMS Banking hingga Juli 2013 mencapai 41.500 transaksi dengan nominal Rp 4,7 triliun, Sementara transaksi menggunakan internet Banking mnecapai 3 juta transaksi dengan nominal sebanyak Rp 14 triliun. (Yas/Shd)