Investor Kripto Gabriel Rey Borong Saham CBRE, Siap Ekspansi ke Bisnis Migas

Gabriel Rey, seorang investor di industri aset kripto tercatat mulai masuk ke saham PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE).

Diterbitkan 09 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Minat investor terhadap sektor energi nasional kembali terlihat di pasar modal. Kali ini, investor yang dikenal luas di industri aset kripto, Gabriel Rey, tercatat mulai masuk ke saham PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE) menjelang aksi rights issue perseroan.

Nama Gabriel Rey selama ini identik dengan industri kripto melalui platform TRIV. Namun, langkah terbaru ini menunjukkan ekspansi investasinya ke sektor minyak dan gas (migas), yang dinilai memiliki prospek jangka panjang di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 April 2026, Gabriel Rey tercatat menggenggam saham CBRE melalui perusahaan investasinya, PT Pukul Rata Kanan.

Jumlah saham yang dimiliki mencapai 46 juta lembar atau setara dengan 1,01% kepemilikan di emiten tersebut. Aksi masuknya Gabriel Rey terjadi menjelang pelaksanaan rights issue CBRE yang tengah menjadi perhatian pelaku pasar.

Masuknya investor baru dengan profil besar seperti Gabriel Rey dinilai memberi sentimen positif bagi saham CBRE. Selama ini Gabriel Rey dikenal aktif berinvestasi di berbagai sektor, terutama aset kripto. Selain itu, ia juga memiliki portofolio di sejumlah bisnis lain seperti top golf, anytime fitness hingga jungle padel.

 

Sektor Migas Dinilai Punya Prospek Jangka Panjang

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @gabrielrey99, Gabriel Rey menyampaikan pandangannya mengenai prospek sektor migas di Indonesia. Ia menilai gejolak makroekonomi global justru membuat sektor minyak dan gas menjadi salah satu bidang yang menarik untuk investasi jangka panjang. Menurutnya, kebutuhan energi nasional masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

"Seiring dengan meningkatnya gejolak makro global, sektor minyak dan gas (migas) menjadi salah satu sektor yang menarik untuk investasi jangka panjang," ujar Gabriel.

Gabriel juga menyoroti target pemerintah Indonesia yang ingin mendorong produksi minyak hingga 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak nasional masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

"Investasi tahap pertama ini menandai ekspansi Rata Kanan Capital ke sektor minyak dan gas (migas) melalui CBRE, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menangkap peluang pertumbuhan di sektor energi nasional," pungkasnya.