Emiten AKRA Siap Lepas 181 Juta Saham Treasuri

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan mulai melepas saham treasuri pada 4 Mei 2026.

Diterbitkan 26 April 2026, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengumumkan rencana pengalihan sisa saham hasil pembelian kembali (treasury stock) dengan mengacu pada Peraturan OJK No.29 Tahun 2023 (POJK 29/2023). 

"Bersama ini PT AKR Corporindo Tbk ("Perseroan") menyampaikan keterbukaan informasi Rencana Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Saham (saham treasuri),” tulis PT AKR dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (26/4/2026).

Perseroan menegaskan, pengumuman ini disampaikan sesuai ketentuan, yakni paling lambat lima hari kerja sebelum dimulainya periode pengalihan saham treasuri tersebut. Aksi ini menjadi lanjutan dari strategi pengelolaan saham hasil buyback yang sebelumnya telah dilakukan perusahaan.

Sebelumnya, AKR Corporindo telah lebih dulu mengalihkan sebagian saham treasuri melalui program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP). Informasi tersebut telah disampaikan melalui keterbukaan informasi tertanggal 20 Maret 2024.

Saham yang digunakan dalam program MESOP berasal dari aksi pembelian kembali saham yang dilakukan pada periode 16 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Program ini bertujuan memberikan insentif kepada manajemen dan karyawan, sekaligus meningkatkan keterikatan terhadap kinerja perusahaan.

“Saham yang dialihkan tersebut berasal dari pembelian kembali saham Perseroan yang dilakukan pada periode 16 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020,” tulis Perseroan.

Kini, setelah sebagian saham dialokasikan untuk MESOP, masih terdapat sisa saham treasuri yang belum dialihkan. Oleh karena itu, perseroan berencana melepas sisa saham tersebut melalui mekanisme pasar.

Jadwal dan Mekanisme Penjualan di BEI

Dalam keterbukaan informasi tersebut, AKR menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan memfasilitasi penjualan saham treasuri.

Pelaksanaan penjualan dijadwalkan mulai 4 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga seluruh saham terserap pasar. Adapun jumlah saham yang akan dilepas mencapai maksimal 181.005.000 lembar saham, yang merupakan sisa dari program buyback sebelumnya.

Penjualan akan dilakukan melalui pasar negosiasi di BEI, dengan harga yang mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini bertujuan memastikan proses berjalan transparan dan sesuai regulasi.

 

 

 

Kinerja Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama entitas anaknya meraup pendapatan sebesar Rp 12,94 triliun pada kuartal I 2026 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang belum diaudit. Pendapatan perseroan naik 26,18% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,25 triliun.

Capaian ini mencerminkan aktivitas operasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung pada awal tahun.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Minggu (26/4/2026), dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba neto periode berjalan sebesar Rp 760,25 miliar. Laba itu tumbuh 25,80% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 604,32 miliar. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi serta mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 656,49 miliar, naik 12,61% dari periode kuartal pertama 2025 senesar Rp 565.20 miliar.

Selain itu, total penghasilan komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp 776,30 miliar. Nilai ini sedikit lebih tinggi dari laba neto, mencerminkan adanya kontribusi dari komponen pendapatan komprehensif lainnya yang memperkuat kinerja keseluruhan perusahaan.

Laba per saham juga tercatat sebesar Rp 33,25, yang menjadi indikator positif bagi para investor terkait potensi imbal hasil dari investasi di perusahaan tersebut. Kinerja ini memberikan sinyal optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.

Struktur Keuangan

Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan mencapai Rp 37,06 triliun. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 23,37 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 13,69 triliun, yang menunjukkan keseimbangan antara likuiditas jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 20,87 triliun. Angka ini mencerminkan kewajiban perusahaan yang masih berada dalam batas yang dapat dikelola, sejalan dengan skala operasional dan ekspansi bisnis yang dijalankan.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 16,18 triliun. Secara keseluruhan, struktur keuangan PT AKR Corporindo Tbk pada kuartal I 2026 mencerminkan kondisi yang stabil dengan kombinasi aset, liabilitas, dan ekuitas yang seimbang.