Emiten BNGA Bagikan Dividen Rp 4,06 Triliun, Cek Jadwal Lengkapnya

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tahun buku 2025 PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Diterbitkan 18 April 2026, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 4,06 triliun. Pemegang saham akan mendapatkan dividen tunai Rp 161,77 per saham.

Pembagian dividen itu berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Perseroan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 6,87 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2,8 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 58,15 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen untuk tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 17 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 29 April 2026 pukul 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 13 Mei 2026

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 April 2026, harga saham BNGA naik 1,64% menjadi Rp 1.855 per saham. Saham BNGA dibuka stagnan di Rp 1.825 per saham. Harga saham BNGA berada di level tertinggi Rp 1.855 dan level terendah Rp 1.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.838 kali dengan volume perdagangan saham 68.125 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,6 miliar.

Kinerja IHSG 13-17 April 2026

Sebelumnya,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan saham 13-17 April 2026. Lonjakan IHSG sepekan di tengah investor masih mencermati negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (18/4/2026), IHSG naik 2,35% sehingga ditutup ke level 7.634. Dibandingkan pekan lalu, kenaikan IHSG ini berkurang dari sebelumnya naik 6,14% ke  7.458,49.

Kapitalisasi pasar naik 3,38% menjadi Rp 13.635 triliun dari pekan lalu Rp 13.189 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG menguat 2,35% dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian.

“Dari sisi sentimen, investor masih mencermati negosiasi antara AS dan Iran yang saat ini belum menemukan jalan tengahnya,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sisi pergerakan harga komoditas emas yang menguat dan minyak dunia yang melemah juga mempengaruhi IHSG. “Dari domestik, penguatan IHSG ditopang oleh pergerakan emiten-emiten konglomerasi,” tutur dia.

Selain itu, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yakni sebesar 33,12% menjadi 42,98 miliar saham dari 32,28 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan 32,71% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 2,05 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Peningkatan turut dialami rata-rata nilai transaksi harian pekan ini sebesar 17,56% menjadi Rp 20,36 triliun dari Rp 17,32 triliun pada pekan lalu.

Pekan ini, investor asing juga masih melakukan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 2,71 triliun dibandingkan pada pekan lalu Rp 3,31 triliun.

IHSG Sepekan Naik 6,14%, Gencatan Senjata AS-Iran jadi Pemicu

Sebelumya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan 6-10 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan ini dipicu sentimen global terutama gencatan senjatara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/4/2026), IHSG sepekan meroket 6,14% dan ditutup ke level 7.458,49. Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,99% ke level 7.026,78.

Kapitalisasi pasar BEI juga naik 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 12.305 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 6,14% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Penguatan IHSG juga mampu menembus moving average (MA)-200 hariannya.

“Dari sisi sentimen kami mencermati adanya gencatan senjata antara AS dan Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran investor akan konflik di Timur Tengah, di mana hal tersebut juga menurunkan harga minyak dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Transaksi Harian Saham di BEI

Ia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih melemah. “Kami perkirakan hal ini disebabkan oleh risiko inflasi dan fiskal domestik yang masih membayangi, Bank Dunia juga menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik ke 4,7% (vs 4,8% karena hal tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik 24,81% menjadi 32,28 milair saham dari 25,87 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang mengaut 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing juga masih mencatat aksi jual saham.Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 3,31 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 37,14 triliun.