Emiten AALI Bakal Tebar Dividen Tunai Rp 644,7 Miliar, Kapan Waktunya?

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp 335 per saham.

Diterbitkan 17 April 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Emiten sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menebar dividen tunai final senilai Rp 644,7 miliar kepada pemegang saham. Angka itu setara dengan Rp 335 per lembar saham.

Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo memastikan, pembagian pembagian dividen ini. Sebelumnya, AALI sudah membagikan dividen interim sebesar Rp 123 per lembar saham pada 2025 lalu.

"Perseroan menetapkan total dividen sebesar Rp 458 per saham, yang terdiri dari dividen interim sebesar Rp 123 per saham dan dividen final sebesar Rp 335 per saham," kata Tingning dalam Risalah Hasil Public Expose perusahaan, dikutip Jumat (17/4/2026).

Sementara itu, mengutip Keterbukaan Informasi Publik Bursa Efek Indonesia (BEI), AALI mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai. Berikut jadwal lengkapnya:

- Cum Dividen Tunai di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 April 2026

- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 24 April 2026

- Cum Dividen di Pasar Tunai: 27 April 2026

- Ex Dividen di Pasar Tunai: 28 April 2026

- Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 27 April 2026

- Pembayaran Dividen: 13 Mei 2026

Total dividen yang dibagikan atas tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 881,5 miliar atau 60% dari laba AALI sebesar Rp 1,47 triliun. 

Pendapatan AALI Naik

Sebelumnya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/2/2026), pendapatan bersih naik 31,35% menjadi Rp 28,65 triliun pada 2025. Pada 2024, pendapatan perseroan Rp 21,81 triliun.

 

 

 

Laba Bruto

Sementara itu, beban pokok pendapatan naik 30,03% menjadi Rp 24,03 triliun dari 2024 sebesar Rp 18,47 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 38,63% menjadi Rp 4,63 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,34 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 45,03% menjadi Rp 1,68 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,16 triliun. 

Beban penjualan naik 41,7% menjadi Rp 529,10 miliar dari 2024 sebesar Rp 520,19 miliar. Biaya pendanaan turun 47,3% menjadi Rp 139,25 miliar dari 2024 sebesar Rp 264,68 miliar.

Perseroan mencatat keuntungan kurs Rp 44,16 miliar 2025 dari 2024 rugi Rp 8,4 miliar. Penghasilan bunga bertambah 32,2% menjadi Rp 279,79 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 211,49 miliar.

Laba AALI

Seiring hal itu laba sebelum pajak penghasilan bertambah 30,43% dari Rp 1,70 triliun menjadi Rp 2,22 triliun. Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melompat 28,24% menjadi Rp 1,47 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,14 triliun. 

Seiring hal itu, laba per saham dasar naik menjadi Rp 764,65 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 596,22 miliar.

Ekuitas perseroan  naik tipis 4,1% menjadi Rp 24,15 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 23,20 triliun.  Liabilitas terpangkas 48,32% menjadi Rp 2,88 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,59 triliun. Aset perseroan turun 6,06% menjadi Rp 27,04 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 28,79 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,75 triliun pada 2025.

 

 

 

Â