Jelang Melantai di Bursa, Saham BSA Logistics Indonesia Tbk Alami Oversubscribe 386,86 Kali

PT BSA Logistics Indonesia Tbk hari ini akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/4/2026).

Diterbitkan 10 April 2026, 08:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT BSA Logistics Indonesia Tbk hari ini akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/4/2026). Perseroan menjadi emiten pertama yang melantai di bursa pada tahun 2026, sekaligus mencatatkan antusiasme tinggi dari investor.

Minat pasar terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan terlihat sangat kuat, tercermin dari tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) yang mencapai 386,86 kali.

Mengutip data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam proses IPO, PT BSA Logistics Indonesia Tbk menawarkan sebanyak 1.800.000.000 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 168 per saham. Dengan skema tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 302,4 miliar dari pasar modal.

Tingginya angka oversubscribe hingga ratusan kali mencerminkan permintaan investor yang jauh melampaui jumlah saham yang ditawarkan. Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi debut perdagangan saham perseroan di BEI.

"Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia," kata Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk Edwin Wibowo.

Ia menyampaikan bahwa pencatatan saham ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan bisnis perusahaan. Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi usaha.

 

Hasil IPO

Edwin menyampaikan, bahwa hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end, serta untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.

Kinerja Keuangan

Hingga September 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,54 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun. Sementara itu, laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 24,39 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,54 miliar.

Total ekuitas tercatat Rp 330,23 miliar dan liabilitas sebesar Rp 826,77 miliar hingga 30 September 2025. Aset perseroan tercatat Rp 1,15 triliun hingga 30 September 2025. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 213,69 miliar.

 

Akan Bayar Dividen ke Pemegang Saham

Adapun setelah IPO, perseroan akan membayarkan dividen kepada pemegang saham perseroan dengan rasio maksimal 10% dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan dimulai tahun buku 2027.

Pembagian dividen itu tidak mengabaikan tingkat kesehatan perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

Setelah IPO, pemegang saham perseroan antara lain Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd (TBK) sebesar 79,01%, dan PT Permata Gandania Indah (PGI) sebesar 0,24% dan masyarakat sebesar 20,75%.