Daftar 9 Saham yang Masuk High Shareholding Concentration (HSC) BEI, Ada BREN hingga DSSA

BEI umumkan 9 saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi, investor diminta lebih cermat.

Diterbitkan 03 April 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) pada penutupan perdagangan Kamis, 2 April 2026.

Publikasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar modal sekaligus memberikan gambaran kepada investor terkait struktur kepemilikan saham emiten.

Pelaksana tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa praktik pengumuman HSC telah diterapkan di berbagai bursa global, termasuk Hong Kong Stock Exchange.

"HSC merupakan pengumuman kepada publik di mana terdapat kepemilikan saham kuasa pusat saham yang terkonsentrasi pada sejumlah persentil penghubungan saham,” kata Jeffrey dikutip Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, informasi ini penting agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih matang dengan memahami tingkat konsentrasi kepemilikan saham di suatu emiten.

 

Status HSC Bukan Pelanggaran, Emiten Bisa Evaluasi

Jeffrey menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam kategori HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal, termasuk terkait ketentuan free float.

"Nanti ada pertanyaan kalau terkonsentrasi sekian persen, apakah tidak memenuhi ketentuan free float. Jawabannya, tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apapun di bidang pasar modal,” ujarnya.

Penentuan daftar HSC dilakukan melalui kajian bersama antara BEI dan KSEI dengan metodologi yang telah ditetapkan. Proses ini memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan terukur.

Berbeda dengan praktik di Hong Kong, BEI memberikan ruang bagi emiten untuk melakukan evaluasi internal guna meningkatkan daya tarik investasi.

“Namun di BEI nantinya perusahaan tercatat dapat melakukan assessment atau hal-hal lain yang dirasa perlu atau necessary action untuk meningkatkan investability dari kondisi emiten tersebut,” jelasnya.

BEI juga akan mengumumkan jika suatu emiten sudah tidak lagi masuk kategori HSC.

 

Daftar 9 Saham dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

Berikut daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) per 2 April 2026:

  • ROCK – PT Rockfields Properti Indonesia Tbk: 99,85%
  • IFSH – PT Ifishdeco Tbk: 99,77%
  • SOTS – PT Satria Mega Kencana Tbk: 98,35%
  • AGII – PT Samator Indo Gas Tbk: 97,75%
  • BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk: 97,31%
  • MGLV – PT Panca Anugrah Wisesa Tbk: 95,94%
  • DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk: 95,76%
  • LUCY – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk: 95,47%
  • RLCO – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk: 95,35%.

Daftar ini menunjukkan bahwa sebagian besar saham perusahaan tersebut dimiliki oleh pihak tertentu dalam jumlah dominan. Oleh karena itu, investor diharapkan lebih cermat dalam menganalisis risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • high shareholding concentration