Emiten MEDC Raup Laba USD 101 Juta pada 2025

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meraih laba USD 101 juta dan pendapatan USD 2,39 miliar pada 2025.

Diterbitkan 02 April 2026, 12:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan hasil kinerja keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan mencatat laba bersih sebesar USD 101 juta. Angka ini turun dibandingkan 2024 yang mencapai USD 367 juta.

Mengutip keterangan resmi Medco Energi Internasional, Kamis (2/4/2026), penurunan laba tersebut terutama dipengaruhi oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, adanya penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta tekanan dari melemahnya harga komoditas minyak dan gas sepanjang tahun.

Meski laba tertekan, kinerja operasional perseroan relatif stabil. Medco mencatat EBITDA sebesar USD 1,264 miliar, setara dengan capaian tahun sebelumnya.

Hal ini diraih di tengah penurunan harga minyak rata-rata sebesar 15% dari USD 78 per barel menjadi USD 67 per barel, serta harga gas yang melemah dari USD 7,0 menjadi USD 6,8 per mmbtu.

Kemudian untuk belanja modal (capital expenditure) perseroan tercatat sebesar USD 437 juta sepanjang 2025. Sementara itu, biaya produksi minyak dan gas tetap terkendali di level USD 8,6 per barel setara minyak (boe), sesuai dengan panduan perusahaan.

Dari sisi struktur keuangan, utang konsolidasi Medco meningkat menjadi USD 3,646 miliar. Kenaikan ini terutama digunakan untuk mendukung pembelian FPSO Marlin Natuna guna menjaga keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen minyak dan gas tercatat sebesar 2,0 kali, naik dibandingkan 1,8 kali pada tahun sebelumnya. Meski meningkat, rasio tersebut masih berada dalam kisaran target yang ditetapkan perusahaan.

Perseroan mencatat pendapatan USD 2,39 miliar pada 2025. pendapatan tersebut didominasi oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang mencapai USD 2,34 miliar, sementara pendapatan keuangan turut menyumbang sebesar USD 51,56 juta. Demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.

Dari sisi neraca, Medco Energi mencatat total aset sebesar USD 8,36 miliar hingga akhir 2025. Komposisi aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar USD 1,63 miliar dan aset tidak lancar yang mendominasi sebesar USD 6,73 miliar. Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat sebesar USD 6,00 miliar. Rinciannya meliputi liabilitas jangka pendek sebesar USD 1,38 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar USD 4,61 miliar.

Dividen Meningkat

Di sisi likuiditas, Medco tetap menjaga posisi keuangan yang solid dengan kas sebesar USD 633 juta pada akhir 2025, meskipun sedikit menurun dibandingkan posisi kas tahun 2024 sebesar USD 697 juta.

Perseroan juga meningkatkan nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Sepanjang 2025, Medco membayarkan dividen sebesar USD 80 juta atau setara sekitar Rp 53,4 per saham, naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Medco mencatat peningkatan dalam aspek keberlanjutan dan kredit. MSCI menaikkan peringkat ESG perusahaan menjadi “AAA”, sementara Moody’s juga meningkatkan peringkat kredit perseroan menjadi Ba3, mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

Medco Ditunjuk Kelola PSC Cendramas Lepas Pantai Malaysia

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali memperluas portofolio bisnis hulu migas di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan dengan kode saham MEDC ini mengumumkan bahwa anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, Medco Asia Pacific Limited, memperoleh Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) untuk mengelola Kontrak Bagi Hasil Cendramas (PSC Cendramas) di lepas pantai Malaysia.

MedcoEnergi menjelaskan, Medco Asia Pacific Limited akan bertindak sebagai operator PSC Cendramas. Adapun mitra yang diusulkan dalam kontrak tersebut meliputi DIALOG Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd.

Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh PETRONAS kepada Perseroan. Menurutnya, penunjukan ini menjadi peluang strategis bagi MedcoEnergi untuk memperkuat eksistensi di sektor hulu migas regional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PETRONAS atas penunjukan ini dan kepercayaan yang diberikan untuk menetapkan Medco Asia Pacific Limited sebagai Operator PSC Cendramas. Kami terus menantikan kerja sama yang erat dengan PETRONAS, DIALOG, dan EnQuest untuk menjalankan kegiatan operasi yang aman dan andal serta memaksimalkan nilai dari aset ini,” ujar Hilmi dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

MedcoEnergi menegaskan penunjukan tersebut masih bersifat bersyarat. Proses selanjutnya akan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak bagi hasil, perjanjian operasi bersama, serta pemenuhan berbagai persyaratan pendahuluan lain yang ditetapkan oleh PETRONAS.

Keberhasilan ini dinilai mempertegas posisi MedcoEnergi sebagai salah satu perusahaan energi nasional yang aktif mengembangkan portofolio internasional, sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan di sektor energi.