Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menunjukkan kinerja kuat sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang tetap stabil meski menghadapi tekanan makroekonomi. Hal ini menegaskan kembali kekokohan model bisnis terintegrasi Perseroan.
Melansir laporan keuangan perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), INDF membukukan laba bersih sebesar Rp 10,68 triliun, naik 23,6% dibandingkan Rp 8,64 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan bersih konsolidasi mengalami kenaikan 7% menjadi Rp 123,49 triliun dari Rp 115,79 triliun. Dari sisi operasional, pendapatan operasi meningkat 6% menjadi Rp 24,57 triliun dari Rp 23,09 triliun, dengan margin operasi tetap stabil di level 19,9%.
Advertisement
Namun, laba inti naik tipis 1% menjadi Rp 11,39 triliun dari Rp 11,34 triliun, mencerminkan adanya tekanan biaya pada level operasional.
Kontributor utama pendapatan tetap berasal dari segmen produk konsumen bermerek dengan pendapatan Rp 75,37 triliun, diikuti segmen Bogasari Rp 24,50 triliun, agribisnis Rp 16,19 triliun, serta distribusi Rp 7,42 triliun sepanjang 2025.
Dari sisi neraca, total aset INDF naik menjadi Rp 217,98 triliun dari Rp 201,71 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga meningkat menjadi Rp 97,74 triliun dari Rp 92,72 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp 120,23 triliun dari Rp 108,99 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.
"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi.
Kinerja Keuangan hingga September 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370457/original/019306600_1612680676-Laporan_Keuangan.jpg)
Sebelumnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kinerja keuangan beragam hingga September 2025. Perseroan mencatat kenaikan penjualan tetapi laba merosot pada Januari-September 2025.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraup penjualan Rp 90,98 triliun hingga September 2025. Penjualan bertambah 5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 86,94 triliun.
Akan tetapi, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 10% menjadi Rp 7,88 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun lalu Rp 8,76 triliun. Hal ini seiring depresiasi rupiah yang menyebabkan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
"Core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan naik 1% menjadi Rp 8,42 triliun dari Rp 8,3 triliun,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI.
Beban pokok penjualan naik 6,06% menjadi Rp 60,72 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 57,24 triliun. Laba bruto naik 1,9% dari Rp 29,69 triliun menjadi Rp 30,26 triliun hingga September 2025.
Perseroan membukukan laba usaha naik 12,45% menjadi Rp 18,09 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,09 triliun. Marjin laba usaha meningkat menjadi 19,9% dari 18,5% pada tahun sebelumnya.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan susut 7,24% menjadi Rp 14,69 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,8 triliun. Seiring hal itu, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 898 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 998.
Advertisement
Aset INDF
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220932/original/073840600_1668038725-Laporan_Keuangan_5.jpg)
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, pada periode sembilan bulan tahun ini, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerja yang positif, didukung model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal.
“Kami akan tetap fokus dalam menghasilkan pertumbuhan secara organik, serta menjaga keseimbangan pangsa pasar dengan profitabilitas dan neraca yang sehat,” kata dia.
Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 116,18 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 108,99 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 98,28 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 92,72 triliun.
Aset naik menjadi Rp 214,46 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 201,71 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 42,93 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005681/original/042766300_1731589690-WhatsApp_Image_2024-11-14_at_18.05.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680516/original/080196400_1782729292-Samsung_Galaxy_S26_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4100120/original/031236000_1658736036-IMG-20220725-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8685113/original/092429500_1782738863-PT_Merdeka_Copper_Gold_Tbk__MDKA_-29_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8541099/original/093711400_1782478511-Jepretan_Layar_2026-06-23_pukul_19.52.31.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)