MDKA Raih Pendapatan USD 1,89 Miliar pada 2025

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pendapatan turun 15,3% dan rugi naik sekitar 11,2% pada 2025.

Diterbitkan 01 April 2026, 07:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan kinerja keuangan 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan rugi naik pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) ditulis Rabu, (1/4/2026), PT Merdeka Copper Gold Tbk meraup pendapatan USD 1,89 miliar pada 2025, turun 15,3% dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,23 miliar.

Beban pokok pendapatan susut 18,63% menjadi USD 1,67 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,06 miliar. Namun, perseroan mencatat laba kotor naik 22,72% menjadi USD 216,42 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 176,35 juta.

Perseroan mencatat pendapatan USD 1,89 miliar dan earning before interest, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar USD 373 juta pada 2025 didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas sebesar 32%. Selain itu, peningkatan produksi bijih nikel sebesar 44% YoY serta mencerminkan peningkatan skala operasi dan kemajuan signifikan proyek strategis perseroan.

Selain itu, perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran naik menjadi USD 4,93 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 3,58 juta. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi USD 64,80 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 53,77 juta.

Perseroan mencatat laba usaha naik 24,94% menjadi USD 146,68 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 118,99 juta. Pendapatan keuangan naik menjadi USD 11,66 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 11,35 juta. Beban keuangan bertambah menjadi USD 128,71 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 117,82 juta. Laba sebelum pajak penghasilan maik 48,71% menjadi USD 32,21 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 21,66 juta.

Meski demikian, perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 62,06 juta pada 2025, naik 11,29% dari periode sama tahun sebelumnya USD 55,76 juta.

Rugi per saham dasar naik menjadi USD 0,0025 pada 2025 dari 2023 sebesar USD 0,0023.

Ekuitas perseroan naik 0,20% menjadi USD 2,92 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,91 miliar. Liabilitas perseroan naik 19,9% menjadi USD 2,78 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,32 miliar. Aset perseroan naik 8,9% menjadi USD 5,70 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 5,23 miliar.

Pengembangan Proyek Perseroan

“Sepanjang 2025, kami terus  memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan skala operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis,” ujar Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, dikutip dari keterangan resmi.

Ia menambahkan, dengan kemajuan signifikan di seluruh proyek perseroan dan kontribusi yang semakin kuat dari entitas anak usaha, pihaknya optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Adapun kontribusi dari portofolio bisnis yang terdiversifikasi terus menjadi fondasi utama kinerja MCG. Pada 2025, Tambang Emas Tujuh Bukit yang menghasilkan 103.156 ounces emas. Sementara, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan operasi tambang dan fasilitas pengolahan Tambang Emas Pani pada 2025.

Memasuki 2026, Tambang Emas Pani memulai produksi emas perdana pada 14 Februari 2026 serta merealisasikan penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang (Persero),Tbk (ANTM) pada 16 Maret 2026 menandai dimulainya fase produksi dan monetisasi yang akan mendukung peningkatan kinerja keuangan secara signifikan ke depan.

Didukung oleh rencana produksi emas dari PT Merdeka Gold Resources, Tbk serta struktur biaya yang kompetitif, kontribusi segmen emas terhadap produksi dan arus kas Grup ke depan akan meningkat secara signifikan.

Pada 2026, PT Merdeka Gold Resources, Tbk menargetkan produksi 100.000-115.000 ounces emas disamping produksi berkelanjutan dari Tambang Emas Tujuh Bukit sebesar 80.000–90.000 ounces.

Segmen Nikel

 Di segmen nikel, PT Merdeka Battery Materials, Tbk (BEI:MBMA), anak usaha MDKA lainnya, terus menunjukkan kinerja operasional yang solid, dengan proyek-proyek utama berjalan sesuai rencana. Sepanjang 2025, produksi tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meningkat kuat, dengan produksi saprolit mencapai sekitar 7 juta wet metric tonnes (wmt) dan limonit sekitar 14,7 juta wmt.

Pengembangan fasilitas hilirisasi juga terus berjalan sesuai rencana. Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia, anak usaha MBMA, berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh. Sementara pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Sulawesi Nickel Cobalt dengan kapasitas terpasang sebesar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP terus berjalan sesuai jadwal dengan commissioning lini produksi pertama pada pertengahan 2026.

Sepanjang 2025, MBMA tetap menjaga kinerja yang solid melalui peningkatan volume produksi, efisiensi operasional, serta disiplin biaya memperkuat posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai.

 

Perkuat Fondasi

Untuk 2026, MBMA merencanakan peningkatan produksi bijih saprolit menjadi 8-10 juta wmt sementara produksi bijih limonit ditargetkan di kisaran 20-25 juta wmt. MBMA memperkirakan efisiensi biaya lebih lanjut seiring dengan peningkatan pasokan SCM hingga mencapai swasembada bijih saprolit 100% untuk ketiga pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Perseroan pada 2026.

Kontribusi dari segmen tembaga juga tetap stabil, dengan Tambang Tembaga Wetar menghasilkan arus kas yang konsisten sepanjang 2025. Sementara itu, Proyek Tembaga Tujuh Bukit terus mencatat kemajuan yang memperkuat visibilitas pengembangan jangka panjang sebagai salah satu proyek tembaga-emas berskala besar yang belum dikembangkan secara global.

Tahun 2025 merupakan periode penting bagi Perseroan dalam memperkuat fondasi operasional serta menyelesaikan berbagai proyek strategis. Dengan diversifikasi portofolio, posisi likuiditas yang kuat, serta proyek strategis yang akan beroperasi di 2026, Merdeka berada pada posisi yang solid untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Dimulainya produksi dari Tambang Emas Pani serta peningkatan skala bisnis nikel diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi dan arus kas dalam jangka menengah.