IHSG Masih Labil, Emas Diprediksi Kian Dilirik Investor Usai Lebaran

Pasca Lebaran, ketidakpastian global dan tensi geopolitik mendorong investor saham beralih ke emas sebagai aset safe haven.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momentum pasca Lebaran membawa harapan baru bagi pasar keuangan, namun di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, justru sektor emas tampil sebagai salah satu primadona. Ketika pasar saham masih bergerak fluktuatif, investor mulai melirik aset safe haven sebagai langkah perlindungan nilai.

Fenomena ini tidak lepas dari meningkatnya risiko global, mulai dari konflik geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga yang belum pasti. Kondisi tersebut mendorong pergeseran preferensi investor ke instrumen yang lebih defensif, dengan emas menjadi pilihan utama.

“Dalam kondisi ketidakpastian global yang meningkat, investor global cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas atau obligasi pemerintah,” kata Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana kepada Liputan6.com, Senin (23/3/2026).

Ia menilai, fase pasca Lebaran tahun ini berpotensi menjadi titik awal meningkatnya minat terhadap sektor emas, terutama di tengah ketidakpastian yang belum mereda.

Hendra menjelaskan bahwa meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta fluktuasi harga energi menjadi faktor utama yang mendorong permintaan emas. Dalam situasi seperti ini, emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai yang paling aman.

“Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, sektor tambang emas justru mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor,” ujarnya.

 

Saham Emas RI Mulai Dilirik Investor Global

Di sisi lain, sektor tambang emas Indonesia mulai mendapatkan perhatian lebih luas di kancah internasional. Sejumlah emiten emas nasional kini masuk dalam indeks global, membuka peluang masuknya dana asing.

Masuknya saham seperti Archi Indonesia, Amanah Gold Resources, dan J Resources Asia Pasifik ke dalam MVIS Global Junior Gold Miners Index menjadi katalis penting bagi sektor ini. Indeks tersebut menjadi acuan berbagai produk investasi global, termasuk ETF berbasis tambang emas.

“Hal ini terlihat dari masuknya saham tambang emas Indonesia seperti Archi Indonesia, Amanah Gold Resources, dan J Resources Asia Pasifik ke dalam MVIS Global Junior Gold Miners Index yang menjadi acuan berbagai produk investasi global,” ujarnya.

 

Peluang Pasca Lebaran Masih Terbuka

Menurut Hendra, pasca lebaran, peluang penguatan sektor emas dinilai masih cukup besar, terutama jika ketidakpastian global belum mereda. Dalam kondisi pasar saham yang masih cenderung volatil, emas dapat menjadi alternatif investasi yang lebih stabil.

Selain faktor global, prospek sektor emas juga ditopang oleh potensi ekspansi dari perusahaan tambang nasional. Peningkatan produksi serta eksplorasi cadangan baru menjadi faktor pendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Dari perspektif pasar modal, inklusi ini memberikan dua manfaat penting bagi sektor emas Indonesia. Pertama adalah meningkatnya visibilitas global terhadap perusahaan tambang emas nasional,” ujarnya.

“Manfaat kedua adalah potensi masuknya arus dana pasif atau passive inflow dari ETF dan fund global yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi,” tambah Hendra.

 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79.
    emas
  • Investor
  • Safe Haven