BREN Bukukan Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2025

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencetak laba bersih USD 132 juta atau setara dengan Rp 2,2 triliun (kurs Rp 16.935).

Diterbitkan 21 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kinerja keuangan positif setahun penuh di 2025. Laba bersih perusahaan mencapai USD 132 juta atau setara dengan Rp 2,2 triliun (kurs Rp 16.935).

Mengutip laporan keuangan perusahaan, BREN mencatatkan pendapatan USD 605 juta sepanjang 2025. EBITDA sekitar USD 518 juta, serta laba bersih setelah dipotong pajak sebesar USD 165 juta. Sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik yakni USD 132 juta, naik 8,3% dari capaian tahun sebelumnya senilai USD 122 juta.

Sebagai rinciannya, pada tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, meningkat 1,4% secara tahunan. Hal ini terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak.

"Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami. Meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi kami menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan," kata CEO BREN, Hendra Soetjipto Tan dalam laporan keuangannya, dikutip Sabtu (21/3/2026).

EBITDA tercatat sebesar US$518 juta, dengan margin EBITDA sebesar 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, meningkat 6,5% secara tahunan, didorong oleh kinerja operasional yang lebih kuat serta penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan inisiatif optimalisasi utang.

"Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami," katanya.

 

Kinerja Operasional

Secara operasional, BREN mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun yang semakin memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III 2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.

Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan Perseroan mencapai 910 MW pada akhir tahun 2025, meningkat 24 MW (+2,7% YoY) dibandingkan tahun sebelumnya Perseroan juga berhasil menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025.

Hal tersebut mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi Perseroan.

 

Proyek Wayang Windu

Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026, yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.

Ke depan, Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026.

Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia.