Industri Reksa Dana Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Industri reksa dana di Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik.

Diterbitkan 14 Maret 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketidakpastian geopolitik global masih memengaruhi dinamika pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat hingga konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak turut meningkatkan volatilitas di pasar saham dan obligasi global.

Meski demikian, Sucor Asset Management (Sucor AM) menilai industri reksa dana di Indonesia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

“Melihat perkembangan kondisi geopolitik saat ini, tidak dapat dipungkiri hal tersebut berpengaruh pada sentimen serta volatilitas pasar saham dan obligasi yang secara tidak langsung memengaruhi kinerja produk reksa dana keseluruhan,” ujar Dimas Yusuf, Direktur Investasi Sucor AM, dikutipp Sabtu (14/03/2026).

Dimas menambahkan, minat investor terhadap produk reksa dana masih tetap terjaga di tengah dinamika global tersebut. Data Infovesta menunjukkan adanya kenaikan nilai dana kelolaan industri reksa dana sekitar 5% dari akhir 2025 hingga Februari 2026.

Dalam menghadapi fluktuasi pasar global, Sucor AM menekankan pentingnya pengelolaan portofolio yang disiplin dengan tetap mengedepankan manajemen risiko tanpa mengabaikan potensi imbal hasil. Perusahaan lebih mengutamakan saham-saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang relatif menarik, termasuk sejumlah emiten yang tergabung dalam indeks seperti LQ45, IDX30, maupun IDXBUMN.

“Pada produk reksa dana berbasis obligasi atau pendapatan tetap, kami terus melakukan pengelolaan durasi secara gradual dan kondisional. Dalam menjaga stabilitas portofolio serta mengoptimalkan imbal hasil, alokasi juga difokuskan pada obligasi korporasi yang telah melalui analisis kualitas kredit yang ketat, dengan fundamental yang solid, profil risiko terukur, dan likuiditas yang memadai,” tambahnya.

 

Peluang Investasi

Lebih lanjut, Sucor AM melihat adanya peluang investasi yang dapat dimanfaatkan oleh investor, khususnya bagi mereka yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan profil risiko yang agresif.

“Kami memandang terdapat peluang investasi yang tercipta di tengah volatilitas pasar global saat ini. Karena itu, kami terus menjaga manajemen likuiditas yang memadai agar dapat memanfaatkan momentum pelemahan pasar dan mengoptimalkan potensi return bagi investor,” lanjutnya.

Momentum tersebut juga berpotensi meningkat menjelang periode Lebaran, ketika masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Sebagian masyarakat dinilai mulai memanfaatkan momentum ini untuk merencanakan keuangan dan mengalokasikan sebagian dana ke instrumen investasi.

“Ramadan sering menjadi momentum yang baik bagi sebagian masyarakat untuk mulai merencanakan keuangan dan berinvestasi, seiring dengan pembagian THR. Namun pada dasarnya, investasi dapat dimulai kapan saja dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, dinamika pasar, serta tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing investor,” jelasnya.

 

Kondisi Global

Dimas menyampaikan, dalam kondisi global yang masih dinamis, produk reksa dana pasar uang seperti Sucorinvest Money Market Fund dapat menjadi salah satu pilihan utama bagi investor, khususnya bagi mereka yang mengutamakan stabilitas.

“Sebagian investor juga memanfaatkan kondisi pasar saat ini untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap melalui strategi seperti Dollar Cost Averaging. Namun tentu saja, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing investor,” pungkasnya.