IHSG Diprediksi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 9 Februari 2026

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (9/2/2026).

Diterbitkan 09 Februari 2026, 07:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (9/2/2026). IHSG hari ini untuk area koreksi akan berada di kisaran 7.712-7.785. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 2,08% ke posisi 7.935 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Jumat, 6 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, untuk mencermati area koreksi selanjutnya di kisaran 7.712-7.785.

“Selama masih mampu berada di atas 7.712 sebagai level support, IHSG berpeluang menguat ke rentang 8.284-8.440,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.712,7.547 dan level resistance 8.214,8.354.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 7.800-8.320 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness

Saham AMRT menguat 2,26% ke 1.810 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil. “Kami memperkirakan, posisi AMRT saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i],” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.755-1.800

Target Price: 1.935, 1.995

Stoploss: below 1.705

 

2.PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) - Buy on Weakness

Saham AUTO terkoreksi 0,75% ke 2.630 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi AUTO diperkirakan membentuk awal wave [b] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 2.440-2.580

Target Price: 2.700, 2.790

Stoploss: below 2.430

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Buy on Weakness

Saham INDF  terkoreksi 2,14% ke 6.850 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi INDF saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 6.600-6.850

Target Price: 7.150, 7.450

Stoploss: below 6.525

 

4.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Buy on Weakness

Saham NCKL terkoreksi 0,76% ke 1.300 tetapi disertai dengan adanya volume pembelian. Pada label hitam, posisi NCKL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B).

Buy on Weakness: 1.275-1.295

Target Price: 1.385, 1.430

Stoploss: below 1.255

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Penutupan IHSG pada 6 Februari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah selama perdagangan saham Jumat, (6/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi setelah Moody’s mempertahankan peringkat Indonesia di Baa2 dan merevisi outlook jadi negatif dari stabil.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 2,08% ke posisi 7.935,26. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,66% ke posisi 815,58. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, sentimen negatif IHSG berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade).

Selain itu, S&P Global Ratings menuturkan, volatilitas pasar saham belum mengubah pandangannya terhadap peringkat Indonesia yaitu tetap dengan "outlook” stabil.

"Walaupun S&P meningkatkan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna dikutip dari Antara.

Sementara itu, data ekonomi domestik, cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat di USD 154,6 miliar pada Januari 2026, atau menurun dari sebelumnya USD 156,5 miliar pada Desember 2025.

Penurunan itu akibat pembayaran utang valuta asing (valas) pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen year on year (yoy) pada kuartal IV-2025, atau cenderung stabil dari sebelumnya 0,84 persen (yoy) pada kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023.

“Pada pekan depan, dari sisi domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil,” kata dia.