Daftar 10 Saham Top Losers pada 2-6 Februari 2026

Berikut 10 saham top losers saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,7% pada 2-6 Februari 2026.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lesu pada perdagangan saham 2-6 Februari 2026. Koreksi IHSG sepekan itu didorong sejumlah sentimen terutama domestik. Di tengah tekanan IHSG, ada 10 saham yang catat koreksi terbesar atau top losers.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (8/2/2026), IHSG sepekan merosot 4,73% ke 7.935,26. Koreksi IHSG ini lebih kecil dibandingkan pekan lalu turun 6,94% ke 8.329,60.

Selain itu, kapitalisasi pasar BEI terpangkas 4,69% menjadi Rp 14.314 triliun dari pekan lalu Rp 15.046 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG susut 4,73% selama sepekan dipengaruhi sejumlah hal. Pertama, sentimen dari MSCI yang saat ini meminta beberapa persyaratan seperti free float dan transparan emiten-emiten di IHSG.

“Kedua, downgrade dari beberapa instituasi asing seperti UBS, Goldman Sachs dan Moody’s di mana dari sentimen-sentimen tersebut berimbas pada membesarnya outflow asing,” tutur Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Faktor ketiga, rilis data inflasi Indonesia yang masih berada di level 3,55% Year on Year (YoY) dan juga Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 5,39% YoY pada kuartal IV 2025.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga anjlok 28,62% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 3,82 juta kali transaksi. Data volume transaksi harian bursa terpangkas 31,75% menjadi 43,2 miliar saham dari 63,3 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga susut 43,45% menjadi Rp 24,75 triliun dari pekan sebelumnya Rp 43,76 triliun.

Seluruh sektor saham kompak memerah. Sektor saham consumer siklikal melemah 14,53%, dan catat koreksi terbesar.

Selain itu, sektor saham infrastruktur terpangkas 11,27% dan sektor saham energi terpangkas 8,84%. Lalu sektor saham basic material susut 5,54%, sektor saham industri susut 5,86% dan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,48%.

Selanjutnya sektor saham perawatan kesehatan turun 0,41%, sektor saham keuangan melemah 1,44%. Selanjutnya sektor saham properti melemah 5,37%, sektor saham teknologi terperosok 4,34% dan sektor saham transportasi dan logistik susut 1,1%.

 

10 Saham Top Losers Sepekan

Di tengah tekanan IHSG, berikut 10 saham yang catat koreksi terbesar selama sepekan berdasarkan data BEI:

1.PT MD Entertainment Tbk (FILM) merosot 55,34% menjadi Rp 6.475 per saham dari pekan lalu Rp 14.500 per saham.

2.PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) merosot 55,41% menjadi Rp 1.345 per saham dari pekan lalu Rp 2.950 per saham.

3.PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) merosot 52,46% menjadi Rp 5.550 per saham dari pekan lalu Rp 11.675 per saham.

4.PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) merosot 46,33% menjadi Rp 805 per saham dari pekan lalu Rp 1.500 per saham.

5.PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) merosot 45,95% menjadi Rp 160 per saham dari pekan lalu Rp 296 per saham.

6.PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) merosot 44,54% menjadi Rp 193 per saham dari pekan lalu Rp 348 per saham.

7.PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) merosot 43,81% menjadi Rp 590 per saham.

8.PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) merosot 41,78% menjadi Rp 85 per saham dari pekan lalu Rp 146 per saham.

9.PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) merosot 40,99% menjadi Rp 131 per saham dari pekan lalu Rp 222 per saham.

10.PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) merosot 40,21% menjadi Rp 226 per saham dari pekan lalu Rp 378 per saham.

IHSG Pekan Lalu Anjlok 6,9%

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 6,94% pada perdagangan 26-30 Januari 2026. Sentimen pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendorong Goldman Sachs dan UBS menurunkan peringkat saham Indonesia membebani IHSG sepekan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (31/1/2026), IHSG merosot 6,94% sehingga ditutup ke posisi 8.329,60. Pada pekan lalu, IHSG susut 1,3% menjadi 8.951,01. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI terpangkas 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG melemah 6,94% selama sepekan terdampak sentimen pengumuman MSCI pada Rabu, 28 Januari 2026. Hal itu mendorong aksi jual dan aliran dana investor asing yang keluar cukup besar. Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 13,92 triliun. Aksi jual ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,25 triliun.

“Setelah itu disusul oleh downgrade rating dari Goldman Sachs dan UBS terkait pengumuman MSCI tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

MSCI mengumumkan membekukan sementara perubahan terkait indeks tertentu saham Indonesia dalam tinjauan indeks Februari 2026. Kebijakan pembekuan itu mencakup peningkatan pada faktor inklusi asing atau Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares atau jumlah saham (NOS).

Kemudian, MSCI juga tidak akan menerapkan penambahan saham baru pada MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan menerapkan migrasi kenaikan saham di seluruh indeks termasuk dari Small Cap ke Standard.

“Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk memberikan peningkatan transparansi yang berarti,”

Selain itu, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp 33,85 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian meningka 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, data volume transaksi harian bursa merosot 3,69% menjadi 63,3 miliar saham dari 65,73 miliar saham pada pekan lalu