Proyeksi IHSG Senin 26 Januari 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipproyeksi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan rebound terbatas di kisaran 8.900 hingga 9.050.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Analis pasar modal Hendra Wardana, memproyeksikan pada pembukaan perdagangan Senin 26 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak konsolidatif dengan kecenderungan rebound terbatas di kisaran 8.900 hingga 9.050.

“Pada perdagangan selanjutnya pada Senin 26 Januari 2026, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan rebound terbatas di kisaran 8.900 hingga 9.050,” kata Hendra dikutip dari keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Sentimen pendukung berasal dari stabilnya nilai tukar rupiah, penguatan harga komoditas global, serta peluang technical rebound setelah tekanan jual mereda. 

“Meski demikian, ruang penguatan masih relatif terbatas karena investor cenderung menahan diri menjelang rilis data ekonomi global dan kejelasan arah kebijakan bank sentral utama dunia,” ujarnya.

Adapun laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak melemah dengan volatilitas yang cukup tinggi dan pada penutupan perdagangan Jumat 23 Januari 2026 berada di level 8.951 atau turun 0,46 persen. 

Ia mengatakan pelemahan ini terjadi meskipun sentimen global relatif kondusif, tercermin dari mayoritas bursa Asia yang menguat serta harga emas yang kembali mencetak rekor tertinggi.

“Namun, tekanan jual di pasar domestik masih dominan seiring meningkatnya sikap hati-hati investor setelah indeks berada di area rekor dan munculnya kekhawatiran potensi arus keluar dana asing,” ujarnya.

 

 

 

Rekomendasi Saham

Dari sisi strategi, investor dapat mulai selektif mencermati saham-saham berbasis komoditas dan siklikal tertentu. Saham PT Vale Indonesia Tbk dengan kode saham INCO dinilai menarik sebagai trading buy dengan target 7.000 seiring kenaikan harga nikel global dan prospek permintaan dari sektor kendaraan listrik. 

Selain itu, Merdeka Battery Materials dengan kode saham MBMA dapat dilirik sebagai speculative buy dengan target 850 dengan dukungan narasi hilirisasi nikel dan eksposur pada rantai pasok baterai kendaraan listrik. 

“JPFA juga berpeluang untuk speculative buy dengan target 3.000 seiring potensi perbaikan margin dan stabilisasi biaya pakan,” ujarnya.

 

Rekomendasi Lainnya  

Sementara itu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dengan kode saham SRTG menjadi menarik tidak hanya karena valuasinya yang relatif atraktif, tetapi juga karena komposisi portofolionya yang didominasi saham-saham berbasis komoditas. 

“Eksposur SRTG terhadap sektor energi, tambang, dan sumber daya alam menjadikannya salah satu emiten yang paling diuntungkan di tengah menguatnya siklus harga komoditas global,” ujarnya.

Ketika saham-saham komoditas sedang berada dalam fase kinerja yang sangat solid, kinerja portofolio SRTG berpotensi mengalami re-rating, sehingga saham ini layak dicermati sebagai trading buy dengan target 2.100. 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • Rekomendasi Saham