BCI Bakal Gelar Penawaran Tender Wajib Usai Akuisisi 69,69% Saham AYLS

PT Bintang Cahaya Investment (BCI) merogoh Rp 39,84 miliar untuk mengambilalih saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS).

Diterbitkan 18 Januari 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bintang Cahaya Investment (BCI), perusahaan holding telah menyelesaikan pengambilalihan atau akuisisi saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). Seiring akuisisi itu, perseroan akan menggelar penawaran tender wajib.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (18/1/2026), PT Bintang Cahaya Investment mengumumkan telah menyelesaikan pengambilalihan 594.720.000 saham AYLS pada 14 Januari 2026. Jumlah saham AYLS yang dibeli itu setara 69,69% dari total saham yang ditempatkan dan disetor PT Agro Yasa Lestari Tbk. Sebelumnya saham AYLS itu dimiliki PT Anugrah Cakrawala Dunia.

“Nilai pengambilalihan saham tersebut sebesar Rp 39,84 miliar,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring pengambilalihan saham AYLS itu, pengendali baru AYLS yakni PT Harum Abadi Indonusa sebesar 99,9% dan Van Yuang Holding Limited sebesar 0,1%.

“Tujuan pengambilalihan ini untuk memberikan kesempatan bagi AYLS untuk memperluas usahanya di Indonesia serta secara nasional dan global,” tulis Direktur PT Bintang Cahaya Investment Yao Yafeng.

Ia menyebutkan, dengan dukungan finansial, manajerial, dan infrastruktur dari pembeli, AYLS diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya saing, serta memperoleh arahan strategis yang mendukung inovasi dan pengambilan keputusan yang tepat.

Sebelum pengambilalihan itu tidak terdapat hubungan afiliasi antara Bintang Cahaya Investment dan AYLS.

“Sebagai pengendali baru, PT Bintang Cahaya Investment akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan dalam POJK Nomor 9/2018,” demikian seperti dikutip.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026, harga saham AYLS naik 24,81% menjadi Rp 322 per saham. Harga saham AYLS dibuka naik ke posisi Rp 322 dari penutupan sebelumnya Rp 258 per saham. Harga saham AYLS berada di level tertinggi Rp 322 dan level terendah Rp 268 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.667 kali dengan volume perdagangan saham 988.656 saham. Nilai transaksi Rp 31,2 miliar.

Kinerja IHSG pada 12-15 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026. Bahkan, IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan ini. Analis menuturkan, kenaikan IHSG sepekan didorong salah satunya lonjakan harga emas.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), IHSG melonjak 1,55% dan ditutup ke posisi 9.075,40. IHSG melanjutkan kenaikan dari pekan lalu yang menguat 2,15% ke posisi 8.936,75.

Sementara itu, kapitalisasi pasar juga melambung 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari pekan lalu Rp 16.301 triliun. Pada pekan ini, IHSG dan kapitalisasi pasar juga kembali catat rekor tertinggi.

“Hari Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,40 dan Rp 16.512 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,55% dan masih didominasi oleh volume pembelian, meski cenderung menurun. Pihaknya memprediksi, IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar 0,21% selama sepekan.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Kedua, menguatnya harga komoditas emas dan logam mineral lain, sehingga hal tersebut berpengaruh positif terhadap emiten-emiten yang berhubungan di IHSG.

“Ketiga, dari global masih pada sentimen geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, peningkatkan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan lalu.

Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar saham dari 61,79 miliar saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing mencatatkan nilai bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026. Sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.