AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro Bakal Berdampak Singkat ke Pasar

Pengamat menilai volatilitas di pasar keuangan akan meningkat seiring penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sentimen itu juga akan menguji ketahanan kenaikan pasar.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 11:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat ke rekor tertinggi pada perdagangan saham Senin, (5/1/2026). Penguatan bursa saham Asia Pasifik terjadi seiring investor menambah taruhan pada saham teknologi, melanjutkan reli di perusahaan kecerdasan buatan atau artificial technology (AI). Kenaikan itu juga terjadi di tengah sentimen Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (5/1/2026), indeks saham MSCI untuk kawasan Asia Pasifik menguat hingga 1,5%. Saham perusahaan semikonduktor seperti Samsung Electronics Co termasuk di antara yang mencatat kenaikan. Indeks pasar negara berkembang juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Optimisme tersebut mengangkat indeks berjangka saham AS.

Di sisi lain, minyak mentah Brent sedikit naik setelah turun hingga 1,2% pada perdagangan awal Asia menyusul langkah AS untuk menggulingkan presiden Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan. Harga emas melonjak hingga 2% menjadi lebih dari USD 4.400 per ons, sementara perak melonjak hingga 4,8%.

Berita Venezuela ini muncul di tengah latar belakang yang secara umum positif di pasar Asia, di mana saham memulai tahun ini dengan kenaikan terkuat sejak 2012, di tengah antusiasme terhadap saham AI dan teknologi.

Meskipun analis Wall Street umumnya optimistis tentang pasar saham tahun ini, meningkatnya ketegangan geopolitik berisiko menguji ketahanan kenaikan saham global setelah kinerja tahunan terbaik mereka dalam delapan tahun terakhir.

"Kebisingan geopolitik cepat mereda,” tulis  Strategist Pepperstone Group Ltd, Dilin Wu dalam sebuah catatan.

"Kenaikan mendadak di Venezuela gagal berdampak signifikan pada aset berisiko global, memperkuat kecenderungan pasar untuk menilai guncangan geopolitik secara singkat dan mencernanya dengan cepat.”

Pelaku pasar memfokuskan kembali perhatian pada prospek suku bunga, kondisi likuiditas, dan divergensi fundamental, daripada risiko berita utama, katanya.

Sinyal awal menunjukkan pasar minyak global sebagian besar akan menerima perkembangan di Venezuela dengan tenang.

 

Pelaku Pasar Bakal Hati-Hati

Infrastruktur minyak Venezuela tidak terpengaruh oleh serangkaian serangan AS di Caracas dan negara bagian lainnya, menurut sumber. Fasilitas utama seperti pelabuhan Jose, kilang Amuay, dan area minyak di Sabuk Orinoco masih beroperasi, kata mereka.

Di sektor pasar lainnya, indeks Bloomberg untuk dolar AS naik tipis 0,1%, sementara obligasi pemerintah AS (Treasuries) tidak banyak berubah. Bitcoin memimpin kenaikan di antara mata uang kripto.

Pertanyaannya adalah apakah peristiwa di Venezuela menambah daya tarik utang AS dengan meningkatkan risiko atau mengurangi permintaan terhadapnya dengan meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi atau kebijakan fiskal AS.

“Dari perspektif pasar, kami akan berhati-hati untuk tidak melakukan perdagangan berlebihan ketika pasar dibuka pada Senin, tulis Chief Strategist BCA Research, Marko Papic dalam sebuah catatan.

“Penggunaan pasukan darat dalam jumlah besar sangat tidak mungkin. Dengan demikian, pengeluaran fiskal tidak akan terpengaruh dan imbal hasil obligasi seharusnya tidak naik.”

 

Volatilitas Bakal Meningkat

Di tempat lain, Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan pemotongan suku bunga tambahan yang moderat mungkin tepat dilakukan pada akhir tahun 2026. Namun, ia mensyaratkan hasil tersebut pada prospek ekonomi yang baik.

Investor saham AS membuka 2026 dengan hati-hati pada Jumat lalu, mengangkat indeks acuan secara moderat pada hari perdagangan pertama tahun ini.

“Saham kemungkinan akan mengabaikan berita utama meskipun volatilitas meningkat, dengan suku bunga dan katalis khusus AS pada akhirnya akan mendorong arah pasar pada 2026,” kata Chief Executive Officer Roundhill Investments, Dave Mazza.

Data ekonomi utama juga akan membayangi pasar. Selain laporan pekerjaan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka lowongan pekerjaan, pengunduran diri, dan PHK November pada hari Rabu. Survei pada Desember dari Institute for Supply Management terhadap produsen dan penyedia jasa juga akan memberikan petunjuk tentang lapangan kerja di industri tersebut.

Pada akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan pembangunan perumahan Oktober, sementara Universitas Michigan akan merilis indeks sentimen konsumen awal Januari.