Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan saham terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (30/12/2025). IHSG hari ini ditutup menguat terbatas di tengah sektor saham consumer siklikal pimpin kenaikan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,03% ke posisi 8.646,93. Indeks saham LQ45 melemah 0,64% ke posisi 846,57. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.663,66 dan level terendah 8.584,86. Sebanyak 346 saham menguat sehingga angkat IHSG. 317 saham melemah dan 146 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.607.631 kali dengan volume perdagangan saham 39,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.755.
Advertisement
Dari 11 sektor saham, enam sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 3,03%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 2,04%, sektor saham keuangan menanjak 0,97%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,51%, sektor saham properti bertambah 0,36%, sektor saham industri naik 0,19%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan merosot 1,53%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 1,17%, sektor saham teknologi melemah 0,98%, sektor saham energi terpangkas 0,19%, sektor saham transportasi susut 0,11%.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, investor pada hari terakhir perdagangan di BEI pada 2025 lebih wait and see seiring banyak investor yang tidak ingin posisi hold melewati masa libur panjang karena khawatir ada kejutan atau sentimen negatif saat hari libur.
“Sehingga jika investor portofolionya sudah ada keuntungan, investor bisa mengunci keuntungannya terlebih dahulu lalu mulai buyback pada awal tahun,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, pada hari ini juga ex date dividen dari BBRI dan ADRO sehingga menghambat IHSG.
Gerak Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182431/original/081278300_1744088912-20250408-Perdagangan_Saham-AFP_3.jpg)
Pada hari terakhir perdagangan di BEI pada 2025, harga saham AUTO merosot 0,37% ke posisi Rp 2.690 per saham. Harga saham AUTO dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.710 per saham. Saham AUTO berada di level tertinggi Rp 2.710 dan level terendah Rp 2.670 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.266 kali dengan volume perdagangan saham 24.944 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 miliar.
Harga saham SMGR ditutup naik 0,76% ke posisi Rp 2.640 per saham. Saham SMGR dibuka stagnan di posisi Rp 2.620 per saham. Saham SMGR berada di level tertinggi Rp 2.670 dan level terendah Rp 2.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.739 kali dengan volume perdagangan 95.658 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,3 miliar.
Harga saham MMLP merosot 0,40% ke posisi Rp 498 per saham. Saham MMLP dibuka stagnan di posisi Rp 500 per saham. Harga saham MMLP berada di level tertinggi Rp 525 dan level terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.468 kali dengan volume perdagangan saham 5.419.658 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 314,3 miliar.
Harga saham BOGA ditutup stagnan di posisi Rp 1.115 per saham. Saham BOGA berada di level tertinggi Rp 1.120 dan level terendah Rp 1.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 59 k ali dengan volume perdagangan 5.408 saham. Nilai transaksi Rp 575,1 juta.
Advertisement
Top Gainers-Losers
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970775/original/051574800_1574070741-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-5.jpg)
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham CINT naik 34,81%
- Saham PPRE naik 25,36%
- Saham RMKO naik 24,73%
- Saham ADMG naik 21,55%
- Saham POLU naik 19,90%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham UNIQ merosot 14,83%
- Saham MRAT merosot 14,78%
- Saham PUDP merosot 14,29%
- Saham OPMS merosot 13,46%
- Saham LRNA merosot 11,83%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham DEWA senilai Rp 1,8 triliun
- Saham BUMI senilai Rp 1 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 1 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 822 miliar
- Saham HUMI senilai Rp 798,7 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham DEWA tercatat 189.432 kali
- Saham HUMI tercatat 180.267 kali
- Saham BUMI tercatat 100.096 kali
- Saham BULL tercatat 65.780 kali
- Saham PPRE tercatat 61.954 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)
Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Bursa saham Asia Pasifik susut setelah terjadi aksi jual saham teknologi di wall street karena kekhawatiran gelembung artificial intelligence (AI).
Mengutip CNBC, saham Nvidia turun lebih dari 1% di Amerika Serikat, mengembalikan sebagian dari kenaikan lebih dari % pada pekan lalu. Saham Palantir Technologies dan Meta Platforms juga melemah, demikian juga Oracle.
Di Asia, indeks Nikkei 225 di Jepang terpangkas 0,37% menjadi 50.339,48. Indeks Topix merosot 0,51% dan ditutup ke posisi 3.408,97.
Saham Softbank Group Corp turun hampir 2% setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan pada Senin malam untuk membeli perusahaan investasi pusat data DigitalBridge senilai USD 4 miliar sebagai bagian dari dorongan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
CEO dan Chairman SoftBank Masayoshi Son mengatakan, akuisisi itu akan memperkuat fondasi untuk pusat data AI generasi selanjutnya.
Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,15% dan ditutup ke posisi 4.214,17. Indeks Kosdaq susut 0,76% menjadi 925,47, dan memimpin koreksi di Asia.
Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,86% dan indeks CSI300 bertambah 0,26% dan ditutup ke posisi 4.651,28.
Adapun indeks Taiwan melemah 0,36% dan ditutup ke posisi 28.707,13. Indeks ASX 200 di Australia merosot 0,1% menjadi 8.717,1.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757467/original/005489200_1778659932-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755472/original/086144900_1778657370-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320078/original/017683700_1786334345-IMG_6362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182878/original/054164800_1744109078-20250408-Penutupan_IHSG-HER_7.jpg)