Tunas Mekar Jaya Lepas 1,16 Miliar Saham CBDK, Segini Nilainya

PT Tunas Mekar Jaya dan Agung Sedayu masing-masing melepas sebesar 1,16 miliar dan 1,10 miliar saham CBDK.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua pemegang saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yakni PT Tunas Mekar Jaya dan PT Agung Sedayu mengurangi kepemilikan saham CBDK.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (20/12/2025), PT Tunas Mekar Jaya melepas 1,16 miliar saham CBDK secara bertahap pada 15-19 Desember 2025 dengan harga penjualan Rp 6.450 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham CBDK sekitar Rp 7,5 triliun.

Setelah transaksi, Tunas Mekar Jaya mengenggam 85,77 juta saham CBDK atau setara 1,51%. Sebelumnya Tunas Mekar Jaya memiliki 1,25 miliar saham CBDK atau setara 22,05%.

Selain itu, PT Agung Sedayu juga melepas 1,10 miliar saham CBDK pada 15-19 Desember 2025 dengan harga penjualan Rp 6.450 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham CBDK mencapai Rp 7,13 triliun.

Setelah transaksi, Agung Sedayu mengenggam 144,06 juta saham CBDK atau setara 2,54%. Sebelumnya Agung Sedayu memiliki 1,25 miliar saham CBDK atau setara 22,05%.

Transaksi pelepasan saham CBDK oleh Tunas Mekar Jaya dan Agung Sedayu dilakukan sebagai divestasi untuk realisasi nilai investasi.

Kemungkinan saham CBDK tersebut dibeli oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, PANI membeli 2,27 miliar saham CBDK dengan harga Rp 6.450 per saham. Total nilai pembelian saham CBDK sebesar Rp 14,64 triliun.

"Tujuan transaksi peningkatan kepemilikan pada perseroan,” demikian seperti dikutip.

Usai transaksi pembelian saham CBDK, PANI genggam 4,87 miliar saham PANI atau setara 85,95%. Sebelumnya PANI mempunyai 2,60 miliar saham CBDK atau setara 45,90%.

Adapun berdasarkan data RTI, pada perdagangan saham Jumat, 19 Desember 2025, di pasar negosiasi transaksi saham CBDK mencapai Rp 5 triliun. Saham CBDK ditransaksikan sebanyak dua kali dengan volume perdagangan saham 7.751.936 saham. Di pasar negosiasi, saham CBDK turun 31,21% ke posisi Rp 6.450 per saham.

Di pasar regular, harga saham CBDK naik 0,28% ke posisi Rp 8.850 per saham. Harga saham CBDK dibuka naik 75 poin ke posisi Rp 8.900 per saham. Saham CBDK berada di level tertinggi Rp 9.000 dan terendah Rp 8.550 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.683 kali dengan volume perdagangan 7.821.559 saham. Nilai transaksi Rp 5,1 triliun.

PANI Bidik Rp 16,7 Triliun dari Right Issue Ketiga, Fokus Tambah Kepemilikan CBDK

Sebelumnya, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue ketiga. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,2 miliar lembar saham baru.

Corporate Secretary PANI, Christy Grassela menjelaskan pelaksanaan right issue ketiga akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 9 Oktober 2025. Jika memperoleh restu dari pemegang saham dan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025.

“Minggu lalu kami juga sudah mengumumkan rencana PMHMETD atau right issue ketiga PANI, yang berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya Rp 1,2 miliar lembar saham baru,” kata Christy dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Selasa (9/9/2025).

 

Target Pengumpulan Dana

Adapun target pengumpulan dana dari aksi korporasi tersebut diperkirakan mencapai maksimum Rp 16,7 triliun. Dari jumlah itu, Rp 16,1 triliun akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan PANI di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dari 46% menjadi maksimum 90%. 

“Jadi, jika sesuai rencana, PANI akan menggenggam kepemilikan di CBDK pada akhir tahun sebesar maksimum 90%,” tuturnya. 

Sementara Rp 600 miliar lainnya akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan usaha tiga anak perusahaan, khususnya pada tahap pra-konstruksi dan konstruksi.

Sebelumnya, perseroan baru saja melaksanakan aksi korporasi melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan nilai Rp 300 miliar. Dana tersebut diperoleh dari pemegang saham pengendali, PT Multi Artha Pratama, dan dialokasikan untuk ekspansi modal kerja di tiga entitas usaha.