DEWA Kantongi Pinjaman Rp 1 Triliun dari BCA

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dan investasi dari BCA.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1 triliun pada Jumat, (19/12/2025).

Perseroan menandatangani perjanjian fasilitas kredit Rp 1 triliun dari BCA dengan rincian antara lain fasilitas modal kerja sebesar Rp 850 miliar untuk kredit modal kerja. Fasilitas pinjaman itu bertenor dua tahun setelah penandatanganan perjanjian fasilitas kredit dengan suku bunga efektif 7%. Kedua, fasilitas kredit investasi senilai Rp 150 miliar yang dipakai untuk kredit investasi dengan tenor lima tahun setelah penandatanganan perjanjian fasilitas kredit. Suku bunga pinjaman itu juga efektif 7% per annum.

"Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit berdampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan,”ujar Direktur PT Darma Henwa Tbk Mukson Arif Rosyidi dalam keterbukaan informasi BEI.

Ia  menambahkan, fasilitas kredit investasi akan dipakai untuk mendukung pembelian unit alat-alat berat baru. Sementara itu, fasilitas kredit modal kerja akan dipakai untuk mengambilalih secara penuh pekerjaan subkontraktor di proyek PT Kaltim Prima Coal. Selain itu, peningkatan volume pekerjaan di proyek PT Arutmin Indonesia dan untuk mendukung pengembangan proyek perseroan ke depan. “Tidak terdapat dampak terhadap aspek hukum dan kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 Desember 2025, harga saham DEWA ditutup naik 1,87% ke posisi Rp 545 per saham. Harga saham DEWA dibuka bertambah 10 poin. Saham DEWA berada di level tertinggi Rp 550 dan level terendah Rp 515 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.264 kali dengan volume perdagangan 6.425.614 saham. Nilai transaksi Rp 342,5 miliar.

DEWA Buyback Saham

Sebelumnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 1,6 triliun.

Perseroan akan buyback saham secara bertahap dan sekaligus dalam jangka waktu tiga bulan. Perseroan akan buyback saham mulai 19 November 2025 hingga 19 Februari 2025. Manajemen PT Darma Henwa Tbk yakin pelaksanaan buyback tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap pendapatan dan kinerja keuangan perseroan.

“Buyback akan dilaksanakan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan sesuai dengan ketentuan dalam POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan buyback saham sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 29/2023 dan Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback.

 

Dampak Buyback Saham

Selain itu, perseroan optimistis buyback tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan pertumbuhan perseroan pada masa mendatang. Hal tersebut didukung posisi keuangan perseroan yang solid, likuiditas yang kuat yang dapat mendukung kinerja operasional dan pengembangan usahanya.

"Jika perseroan menggunakan seluruh dana yang dialokasikan untuk buyback saham, jumlah aset dan ekuitas perseroan akan berkurang sebesar nilai buyback tersebut,” demikian dikutip.

Akan tetapi, likuiditas keuangan yang kuat dapat mendukung kinerja operasional perseroan.

Selain itu, buyback saham perseroan diharapkan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor. “Ini karena harga saham perseroan mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya,”