IHSG Hari Ini 15 Desember 2025 Melemah Tipis, Sektor Saham Energi Merosot 3,4%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menghijau kemudian berbalik arah melemah pada penutupan perdagangan saham, Senin, (15/12/2025).

Diterbitkan 15 Desember 2025, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (15/12/2025). IHSG hari ini turun tipis di tengah transaksi harian saham Rp 33,5 triliun dan sektor saham energi pimpin koreksi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,13% ke posisi 8.649,66. Indeks saham LQ45 menguat 0,53% ke posisi 852,86. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menuturkan, koreksi IHSG terjadi di tengah rotasi pilihan saham investor dari saham konglomerasi ke saham-saham-saham blue chip. Terutama sektor perbankan yang sempat mendorong IHSG ke zona positif.

Meski demikian, tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah menahan penguatan lanjutan.

"Rupiah ditutup melemah di Rp16,667/dolar AS di pasar spot (15/12). Saham sektor energi mencatatkan pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor kesehatan membukukan penguatan terbesar," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Ratna prediksi IHSG ke depan akan bergerak cenderung sideways di kisaran 8.600-8.750, seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global dan domestik.

Dari kawasan Asia, mayoritas indeks bursa ditutup melemah seiring perhatian investor terhadap data ekonomi China.

Data industrial production China pada November tercatat melambat menjadi 4,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 4,9 persen yoy pada Oktober 2025, serta berada di bawah perkiraan 5,4 persen yoy.

Pertumbuhan penjualan ritel China juga melambat menjadi 1,3 persen yoy dari 2,9 persen yoy pada bulan sebelumnya, dan lebih rendah dari perkiraan 3,3 persen yoy.

Capaian tersebut menjadi pertumbuhan penjualan ritel China paling lambat sejak Desember 2022, meskipun program stimulus pemerintah masih berlanjut.

Sementara dari Jepang, indeks Tankan kuartal IV-2025 menunjukkan optimisme bisnis di kalangan produsen besar meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.720,68 dan level terendah 8.622,98. Sebanyak 329 saham melemah sehingga bebani IHSG. 

Gerak Saham

Sementara itu, 340 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 132 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.595.182 kali dengan volume perdagangan saham 58,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.652.

Harga saham TRIN melemah 11,11% ke posisi Rp 960 per saham. Saham TRIN dibuka naik ke posisi Rp 1.115 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.080 per saham. Saham TRIN berada di level tertinggi Rp 1.125 dan level terendah Rp 920 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.471 kali dengan volume perdagangan saham 472.124 saham. Nilai transaksi Rp 46,5 miliar.

Saham PJAA ditutup susut 1,75% ke posisi Rp 560 per saham. Harga saham PJAA dibuka menguat 10 poin ke posisi Rp 580 per saham. Saham PJAA berada di level tertinggi Rp 590 dan level terendah Rp 555 per saham. Total frekuensi perdagangan 394 kali dengan volume perdagangan 15.323 saham. Nilai transaksi Rp 876,1 juta.

Harga saham UNVR melemah 1,9 persen ke posisi Rp 2.580 per saham. Saham UNVR dibuka susut ke posisi Rp 2.590 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.630 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.423 kali dengan volume perdagangan 184.989 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 47,9 miliar.

Saham WIRG tergelincir 1,92% ke posisi Rp 102 per saham. Harga saham WIRG dibuka stagnan di posisi Rp 104 per saham. Saham WIRG berada di level tertinggi Rp 105 dan level terendah Rp 102 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.886 kali dengan volume perdagangan saham 1.436.588 saham. Nilai transaksi Rp 14,9 miliar.

 

Sektor Saham

Harga saham AMRT ditutup stagnan di posisi Rp 1.900 per saham. Harga saham AMRT dibuka menguat lima poin ke posisi Rp 1.905 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.905 dan level terendah Rp 1.895 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.785 kali dengan volume perdagangan 188.141 saham. Nilai transaksi Rp 35,8 miliar.

Sektor Saham

Dari 11 sektor saham, enam sektor saham memerah. Sektor saham energi terpangkas 3,45%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur susut 1,94%, dan sektor saham basic melemah 1,4%. Lalu sektor saham teknologi melemah 0,94%, sektor saham properti merosot 0,71%. Kemudian sektor saham transportasi susut 0,01%.

Selain itu, sektor saham kesehatan menguat 3,5%, dan bukukan kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 2,2%. Sektor saham consumer siklikal naik 0,10%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,50%, sektor saham industri menanjak 0,36%.

Bursa Saham Asia

Bursa Saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham, Senin, 15 Desember 2025. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi seiring wall street yang lesu pada Jumat pekan lalu karena investor beristirahat sejenak dari perdagangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 1,84% menjadi 4.090,59. Indeks Kosdaq menguat 0,16%. Saham-saham unggulan seperti saham SK Hynix melemah 2,98% dan saham Samsung Electronics terpangkas 3,76%.

Indeks ASX 200 di Australia terpangkas 0,72% ke posisi 8.635. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,3 ke posisi 50.168,11. Indeks Hang Seng susut 0,79% dan ineks CSI300 melemah 0,63%.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham PPRE melompat 34,19%
  • Saham VINS melompat 34,18%
  • Saham ERTX melompat 34,03%
  • Saham DGIK melompat 25,36%
  • Saham CARE melompat 25%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham BUVA merosot 14,78%
  • Saham FORU merosot 14,70%
  • Saham HDIT merosot 14,44%
  • Saham SAFE meroost 13,40%
  • Saham ENRG merosot 13,12%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 5,1 triliun
  • Saham BRMS senilai Rp 2,3 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham DEWA senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,2 triliun

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 405.089 kali
  • Saham BRMS tercatat 168.528 kali
  • Saham BKSL tercatat 151.530 kali
  • Saham BBYB tercatat 128.433 kali
  • Saham DEWA tercatat 121.084 kali

Â