BRMS Targetkan Produksi Emas Tembus 160.000 Troy Ounce di 2028

BRMS memproyeksikan lonjalan signifikan pada 2027-2028 karena mulai beroperasinya tambang bawah tanah di Palu pada semester kedua 2027.

Diterbitkan 23 November 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mematok target ambisius untuk produksi emasnya dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan menargetkan produksi emas dapat mencapai puncaknya hingga 160.000 troy ounce pada tahun 2027 dan 2028, seiring dengan dimulainya operasi tambang bawah tanah di Palu.

Target ini disampaikan oleh Manajemen BRMS dalam Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan yang digelar pada 5 November 2025.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (23/11/2025), BRMS memproyeksikan lonjakan signifikan dalam produksi emas, terutama didorong oleh peningkatan kadar emas dari tambang bawah tanah.

Tahun 2025: Target produksi emas berada di kisaran 68.000–71.000 troy ounce.

Tahun 2026: Target produksi dipatok sekitar 80.000 troy ounce. Produksi ini masih berasal dari proyek di Palu dan belum termasuk dari prospek emas lainnya.

Tahun 2027 & 2028: Produksi diekspektasikan melompat menjadi 90.000–160.000 troy ounce.

Lonjakan signifikan pada 2027-2028 diprediksi karena mulai beroperasinya tambang bawah tanah di Palu pada semester kedua 2027. Tambang bawah tanah ini diperkirakan memiliki rata-rata kadar emas yang jauh lebih tinggi, yakni sebesar 3.5 g/t−4.9 g/t.

 

Rencana Ekspansi dan Sumber Pendanaan

Untuk mencapai target tersebut, BRMS telah menyusun rencana ekspansi yang melibatkan lima aset utama perusahaan : PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Gorontalo Minerals (GM), PT Suma Heksa Sinergi (SHS), PT Linge Mineral Resources (LMR), dan PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Saat ini, BRMS sedang dalam proses mencari pendanaan besar melalui sindikasi Bank. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk:

  • Mengembangkan proyek tambang bawah tanah di Palu.
  • Pengeboran lebih lanjut di Gorontalo.
  • Pengembangan tambang emas di Aceh (LMR) dan Banten (SHS).

Selain itu, BRMS juga membuka opsi pendanaan lain, seperti penerbitan obligasi atau rights issue, terutama jika terdapat rencana akuisisi yang dapat memberikan kontribusi Laba, EBITDA, dan Penjualan bagi Perusahaan.

BRMS juga menyoroti potensi proyek lainnya, seperti proyek seng dan timah hitam di DPM yang memiliki kadar seng rata-rata di atas 10%, yang diklaim sebagai kadar seng tertinggi ketiga di dunia.