DRMA Optimistis Capai Target 2025, Fokus Inovasi dan Diversifikasi untuk Perluas Pasar

Selama 2025, DRMA menjalankan strategi inovasi melalui pertumbuhan organik dan menjalankan upaya diversifikasi.

Diterbitkan 20 November 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif, menyampaikan komitmennya untuk menjaga tren pertumbuhan yang telah terlihat hingga kuartal ketiga tahun ini. Perseroan menargetkan penjualan Rp 6 triliun pada 2025, dengan mempertahankan konsistensi kinerja yang sudah tercapai.

Selama Januari–September tahun ini, penjualan perusahaan tumbuh 9,20% YoY menjadi Rp 4,39 triliun. Laba bersih juga naik 1,69% YoY menjadi Rp 428,11 miliar. Segmen roda dua (2W) masih menjadi penopang utama, dengan kontribusi Rp 2,72 triliun atau 62% dari total penjualan konsolidasi. Pertumbuhan tersebut turut dipengaruhi oleh berbagai langkah inovasi yang dijalankan untuk mempertahankan pangsa pasar.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan di tengah kondisi industri yang menantang, capaian tersebut disebut sebagai hasil dari strategi pertumbuhan berkelanjutan yang menempatkan inovasi sebagai elemen penting dalam pengembangan usaha.

Selama 2025, perusahaan menjalankan strategi inovasi melalui pertumbuhan organik, meliputi diversifikasi produk serta efisiensi proses produksi. Dalam upaya diversifikasi, DRMA memperkuat ekosistem kendaraan listrik lewat unit Dharma Connect (DC) serta meluncurkan sejumlah produk baru, seperti Aki Lithium 12V 6Ah, 12V 3,5Ah, dan Battery Energy Storage System (BESS).

 

DRMA Menerapkan Otomatisasi

Untuk meningkatkan efisiensi manufaktur, Perseroan menerapkan otomatisasi pada beberapa fasilitas produksi. Langkah ini bertujuan memperbaiki produktivitas, kualitas produk, dan efektivitas rantai pasok.

Dengan strategi tersebut, kinerja DRMA tercatat tetap positif sepanjang tahun. Ke depan, perusahaan berencana menggabungkan pertumbuhan organik dan anorganik guna memperkuat pencapaian jangka panjang. Salah satu rencana yang sedang diproses adalah akuisisi PT Mah Sing Indonesia (MSI), perusahaan manufaktur plastik.

“Saat ini kami berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum terkait akuisisi PT MSI,” ujar Irianto dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

PT MSI merupakan anak usaha Mah Sing Group Berhad asal Malaysia, yang memiliki beragam portofolio di sektor properti, industri plastik, dan manufaktur. Jika akuisisi terealisasi, langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi DRMA pada industri komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).

“Akuisisi ini juga sejalan dengan strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan diversifikasi dan ekspansi bisnis,” tutup Irianto.