Prospek Saham Perbankan Masih Positif, Tapi Cenderung Moderat Hingga Akhir 2025

Bank-bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI masih memiliki potensi menjaga tingkat pengembalian ekuitas (ROE) pada kisaran 14–18%

Diterbitkan 07 November 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai prospek saham emiten perbankan masih positif hingga akhir tahun, meski pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat dibandingkan semester pertama 2025.

Menurutnya, kinerja kuartal III 2025 menunjukkan sektor perbankan tetap solid dengan pertumbuhan kredit yang terjaga. 

“Secara umum, prospek sektor perbankan masih positif namun lebih moderat dibandingkan paruh pertama tahun ini. Data kinerja Q3 2025 menunjukan pertumbuhan kredit yang masih terjaga ditopang oleh segmen konsumsi dan KPR, sementara segmen korporasi mulai pulih lewat proyek infrastruktur dan BUMN,” ujar Reydi kepada Liputan6.com, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan, bank-bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI masih memiliki potensi menjaga tingkat pengembalian ekuitas (ROE) pada kisaran 14–18% hingga akhir tahun.

Lebih lanjut, Reydi menilai sentimen positif seperti tambahan dana Rp200 triliun ke kelompok bank Himbara dapat memperkuat likuiditas dan ekspansi kredit, terutama untuk pembiayaan proyek strategis dan UMKM. 

“Sentimen positif seperti kucuran dana Rp 200 triliun ke Himbara berpotensi meningkatkan likuiditas dan ekspansi, terutama untuk proyek strategis dan pembiayaan UMKM. Ekspektasi penurunan BI-Rate juga bisa memperlebar margin untuk bunga perbankan ke depan,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan adanya beberapa risiko yang perlu diwaspadai, antara lain potensi kenaikan kredit bermasalah (NPL) di sektor konstruksi jika proyek BUMN mengalami keterlambatan, serta volatilitas nilai tukar Rupiah yang bisa menekan sektor keuangan.

IHSG Dibuka Perkasa Hari Ini 7 November 2025, Tembus Level Segini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat 9,52 poin atau 0,11 persen ke posisi 8.346.58

Dikutip dari Antara, Jumat (7/11/2025), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,40 poin atau 0,05 persen ke posisi 848,05. 

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sideways pada perdagangan saham Jumat, (7/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.270-8.400.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,22% disertai dengan aksi jual oleh investor asing sebesar Rp 107 miliar pada Kamis, 6 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBCA, COIN, ANTM, ADRO dan MYOR.

"IHSG berpotensi sideways hari ini,” ujar  Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.270-8.320 dan level resistance 8.380-8.400 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

 

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Trading Idea hari ini: CBRE, MAPA, BRIS, MDKA, BBYB, dan VKTR