WIKA Cetak Rugi Bersih Rp 3,21 Triliun hingga Kuartal III 2025

WIKA mencatatkan rugi bersih di kuartal III 2025 dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba ini di tengah penurunan pendapatan dan kontrak baru yang signifikan.

Diterbitkan 03 November 2025, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan rugi bersih sebesar Rp 3,21 triliun hingga kuartal III 2025, berbalik dari posisi laba Rp 741,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini terjadi di tengah penurunan pendapatan dan kontrak baru yang signifikan, meskipun perseroan berhasil menekan beban utang dan memperbaiki efisiensi operasional.

Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Senin (3/11/2025), pendapatan bersih WIKA turun 27,54% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 9,09 triliun dibandingkan Rp 12,54 triliun pada kuartal III 2024.

Penurunan terbesar berasal dari segmen infrastruktur dan gedung yang merosot 41,73% YoY menjadi Rp 3,95 triliun, serta segmen industri yang turun 25,36% YoY menjadi Rp 2,63 triliun. Hingga September 2025, kontrak baru yang diraih perseroan juga anjlok 60,25% YoY menjadi Rp 6,19 triliun dari Rp 15,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi biaya, WIKA mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 8,33 triliun atau turun 27,46% YoY. Namun, penurunan pendapatan membuat laba kotor turut menyusut 28,46% YoY menjadi Rp 758,31 miliar, dan setelah memperhitungkan berbagai beban serta pendapatan lain, perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 215,99 miliar, berbalik dari laba usaha Rp 3,94 triliun pada kuartal III 2024.

 

Neraca Keuangan

Dari sisi neraca, WIKA mencatatkan total aset sebesar Rp 57,01 triliun dan liabilitas Rp 48,44 triliun per akhir September 2025, dengan ekuitas mencapai Rp 8,57 triliun. Namun, saldo kas dan setara kas tercatat turun tajam 72,43% YoY menjadi Rp 1,54 triliun, dari Rp 5,6 triliun pada kuartal III 2024.

Kendati mencatatkan rugi, WIKA terus melanjutkan langkah penyehatan keuangan dan perbaikan struktur utang. Hingga kuartal III 2025, perseroan berhasil menurunkan utang berbunga sebesar Rp 2,20 triliun dan utang mitra kerja sebesar Rp 924,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Efisiensi juga tercermin dari perbaikan Account Receivable Days yang turun menjadi 127 hari dari 142 hari, dan Account Payable Days yang membaik menjadi 158 hari dari 196 hari tahun lalu.

 

Langkah Perbaikan

Upaya tersebut membuat aktivitas operasional lebih efisien, dengan core operasi tetap positif sebesar Rp 287,83 miliar.

Langkah perbaikan dilakukan melalui delapan substream penyehatan, termasuk peningkatan tata kelola, optimalisasi portofolio order book, serta empat pilar utama perbaikan arus kas, yakni debt restructuring, non-core asset recycling, percepatan pencairan piutang, dan penerapan operational excellence di seluruh lini bisnis.