Microsoft Kini Genggam 27% Saham OpenAI

Microsoft menyatakan OpenAI juga telah setuju membeli layanan azure.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI pada Selasa, 28 Oktober 2025 mengumumkan telah menyelesaikan restrukturisasi sehingga memperkuat strukturnya sebagai lembaga nirlaba. Ini ditunjukkan dengan kepemilikan saham pengendali dalam bisnis nirlabanya.

Mengutip CNBC, Rabu (29/10/2025), startup kecerdasan buatan ini mengatakan, lembaga nirlabanya kini bernama OpenAI Foundation dan memegang saham senilai USD 130 miliar atau Rp 2.161 triliun (asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di kisaran 16.614) di bisnis nirlabanya.

OpenAI mengatakan, divisi nirlabanya kini menjadi perusahaan publik bernama OpenAI Group PBC. Di bawah struktur baru ini, OpenAI Foundation akan memegang 26% saham di lembaga nirlaba tersebut. Adapun 47% dipegang oleh karyawan dan investor baik yang masih aktif dan sudah pensiun.

Microsoft yang telah berinvestasi lebih dari USD 13 miliar atau Rp 216,12 triliun di OpenAI dan mendukung perusahaan tersebut sejak awal 2019 mengatakan mendukung rekapitalisasi OpenAI. Kini Microsoft memegang investasi di PBC senilai USD 135 miliar atau Rp 2.244 triliun,  sekitar 27% dari perusahaan berdasarkan basis dilusi yang telah dikonversi.

Perusahaan tersebut menyatakan sebelumnya memegang 32,5% saham di perusahaan nirlaba tersebut berdasarkan konversi, tidak termasuk putaran pendanaan OpenAI baru-baru ini. Saham Microsoft ditutup naik 1,98% pada Selasa.

"Semakin sukses OpenAI sebagai sebuah perusahaan, semakin besar nilai saham ekuitas nirlaba tersebut, yang akan digunakan oleh lembaga nirlaba tersebut untuk mendanai kegiatan filantropisnya,” demikian pernyataan OpenAI dalam sebuah postingan blog.

OpenAI didirikan sebagai laboratorium penelitian nirlaba pada  2015, tetapi telah menjadi salah satu entitas komersial dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Startup ini saat ini bernilai USD 500 miliar atau Rp 8.311 triliun.

 

 

 

OpenAI Tegaskan Lembaga Nirlabanya Tetap Pegang Kendali

Pada 2024, perusahaan mengumumkan rencana untuk beralih menjadi perusahaan nirlaba, yang akan mengambil alih kendali dari lembaga nirlaba tersebut dan menjadikannya sebagai divisi terpisah.

Namun, setelah menghadapi tekanan dari para pemimpin masyarakat dan mantan karyawan, OpenAI menyatakan pada Mei lembaga nirlabanya akan tetap memegang kendali.

Yayasan OpenAI akan memberikan komitmen awal sebesar USD 25 miliar untuk mempercepat terobosan kesehatan dan solusi teknis bagi ketahanan AI, ungkap OpenAI pada Selasa.

Sebagai bagian dari pengumuman tersebut, Microsoft menyatakan OpenAI telah setuju untuk membeli layanan Azure senilai USD 250 miliar secara bertahap, meskipun Microsoft tidak lagi memiliki hak penolakan pertama untuk menjadi penyedia komputasi OpenAI.

 

 

Microsoft Kembangkan AI

Kedua perusahaan juga menguraikan beberapa perubahan tambahan pada kemitraan mereka.

Microsoft mengungkapkan, ketika OpenAI menyatakan telah mencapai Kecerdasan Umum Buatan, atau AGI, yang merupakan istilah untuk sistem AI yang menyaingi atau melampaui kecerdasan manusia, klaim tersebut harus diverifikasi oleh panel ahli independen. Perjanjian bagi hasil antara kedua perusahaan akan tetap berlaku hingga panel tersebut memverifikasi AGI.

Microsoft kini dapat mengembangkan AGI secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga, dan OpenAI kini dapat mengembangkan beberapa produk bersama pihak ketiga.

 

 

OpenAI Tetap Mitra Microsoft

OpenAI tetap menjadi mitra model terdepan Microsoft. Microsoft menyatakan bahwa hak kekayaan intelektualnya untuk kedua model dan produk tersebut diperpanjang hingga 2032, dan mencakup model pasca-AGI. Perangkat keras konsumen OpenAI dikecualikan dari hak kekayaan intelektual Microsoft.

"Memasuki babak baru kemitraan ini, kedua perusahaan berada di posisi yang lebih baik dari sebelumnya untuk terus membangun produk-produk hebat yang memenuhi kebutuhan dunia nyata, dan menciptakan peluang baru bagi semua orang dan setiap bisnis," ujar Microsoft dalam sebuah pernyataan.

Microsoft dijadwalkan untuk melaporkan hasil fiskal kuartal pertama 2026 setelah penutupan pasar pada Rabu.