Harga Saham EMAS Melambung saat Perdagangan Perdana, Intip Prospeknya

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (GOLD) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan perdagangan, Selasa (23/9/2205).

Diperbarui 23 September 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 23 September 2025, menandai babak baru bagi perusahaan pertambangan emas ini.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan Selasa, (23/9/2025), harga saham EMAS melambung 25% ke posisi Rp 3.600 per saham. Harga saham EMAS dibuka naik 720 poin ke posisi Rp 3.600. Harga saham EMAS berada di level tertinggi Rp 3.600 dan terendah Rp 3.600. Total frekuensi perdagangan 10.441 kali dengan nilai transaksi Rp 7,3 triliun.

Di pasar negosiasi, transaksi harian saham EMAS sentuh Rp 7,1 triiun. Harga saham EMAS berada di level tertinggi Rp 5.500 per saham dan level terendah Rp 2.880 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 665 kali dengan volume perdagangan 24.729.743 saham.

Pergerakan harga saham EMAS ini terjadi di tengah lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG naik 1,06% ke posisi 8.125,20. Indeks saham LQ45 bertambah 0,83% ke posisi 810,58.

Sepanjang perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.125,20 dan level terendah 8.039,94. Sebanyak 395 saham menguat sehingga angkat IHSG. 252 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.

 

 

Prospek Perseroan

Mengutip riset analis Trimegah Sekuritas Alpinus Dewangga dan Jocelyn Suwardy menyebutkan EMAS adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang pertambangan, pemrosesan, dan bisnis terkait yang terintegrasi secara vertikal yang didukung grup Provident, Saratoga dan TNT Harmoni.

Aset utama Perseroan adalah proyek emas Pani di Gorontalo yang terdiri dari Izin Usaha Pertambangan (IUP)-OP PETS dan kontrak karya GSM dengan kepemilikan efektif 99,99%.

Per Desember 2024, proyek itu memiliki 292,4 juta ton sumber daya (7 juta ounce emas) dan 77,5 juta ton cadangan (1,9 juta ounce mas) dengan umur tambang yang diperpanjang hingga 2041.

"Perlu dicatat cadangan dan sumber daya itu dihitung pada 2024 dengan asumsi harga emas USD 1.650 per ounce. Sementara harga emas saat ini lebih USD 3.600 per ounce, menunjukkan potensi yang kuat untuk peningkatan sumber sumber daya tambahan dan konversi sumber daya menjadi cadangan yang lebih cepat pada masa mendatang,” demikian seperti dikutip dalam riset itu yang rilis pada Selasa, 23 September 2025.

 

Prospek Kinerja

Proyek ini juga diuntungkan oleh rasio pengupasan yang jauh lebih rendah sekitar 0,6 kali dibandingkan rasio pengupasan jauh lebih rendah sekitar 5 kali dibandingkan proyek serupa di Indonesia yang mendukung salah satu biaya terendah di industri ini.

Saat ini, proyek tersebut telah rampung sekitar 48,6% dan berada dalam fase pengembangan infrastruktur. Proyek ini menargetkan operasi komersial pada kuartal pertama 2026 dengan memanfaatkan operasi terintergasi untuk mengoptimalkan skala, cadangan dan biaya.

Analis Trimegah Sekuritas prediksi pendapatan akan tumbuh menjadi USD 293 juta, USD 381 juta, USD 490 juta, hingga USD 1,27 miliar pada 2026-2029. Hal itu akan didukung dari kenaikan produksi emas.

Seiring hal itu earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) akan tumbuh menjadi USD 180 juta, USD 242 juta, USD 326 juta dan USD 806 juta yang menyiratkan compound annual growth rate (CAGR) 61%.

Selain itu, laba bersih akan naik menjadi USD 97 juta, USD 132 juta, USD 186 juta, USD 519 juta pada 2026-2029 yang menyiratkan CAGR 42%.

"Model kami menunjukkan perubahan NPATMI sebesar plus minus 2,5% untuk setiap perubahan harga emas  plus minus 1%,” demikian seperti dikutip.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.