Alphabet Susul Apple hingga Nvidia, Nilai Pasar Tembus USD 3 Triliun

Alphabet resmi masuk dalam klub perusahaan elit dengan nilai pasar USD 3 triliun, usai lonjakan saham karena putusan antimonopoli.

Diterbitkan 16 September 2025, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Alphabet, induk perusahaan Google, akhirnya mencetak sejarah baru. Nilai pasar perusahaan ini resmi tembus USD 3 triliun atau sekitar Rp 49.236 triliun (estimasi kurs Rp 16.412 per USD). Capaian ini menempatkannya dalam jajatan perusahaan super-elit yang sebelumnya hanya diisi oleh Apple, Microsoft, dan Nvidia.

Saham Alphabet naik tajam di lantai bursa pada perdagangan Senin waktu setempat hingga membawa nilai pasar perusahaan menembus USD 3,05 triliun.

Dikutip dari CNBC, Selasa (16/9/2025), lonjakan ini dipicu sentimen positif dari putusan hakim Amit Mehta pada awal September. Saat itu, hakim menolak tuntutan Departemen Kehakiman AS yang ingin memaksa Google melepas peramban Chrome.

Putusan yang dinilai jauh lebih ringan dari perkiraan investor itu langsung membuat saham Alphabet melejit.

“Departemen Kehakiman AS sebelumnya mendesak Google agar dipaksa melepas peramban Chrome, namun hakim menolak hukuman terberat yang diusulkan,” tulis CNBC.

Presiden Donald Trump bahkan ikut memberi selamat dan menyebut momen ini sebagai “hari yang sangat baik.”

Pencapaian nilai pasar USD 3 triliun ini hadir lebih dari 20 tahun setelah Google melakukan IPO, serta satu dekade lebih sejak berdirinya Alphabet sebagai perusahaan induk.

 

Tantangan Kecerdasan Buatan

Sejak 2019 kepemimpinan Alphabet berada di tangan Sundar Pichai yang menggantikan salah satu pendiri Google, Larry Page. Pichai kini menghadapi tantangan besar yakni ketatnya persaingan di sektor kecerdasan buatan (AI) serta tekanan regulasi dari AS dan Eropa.

Menariknya, kemunculan pemain baru seperti Perplexity dan OpenAI justru ikut menguntungkan Google dalam putusan antimonopoli tersebut.

Di tengah keketatan persaingan ini, masa depan Alphabet sangat bergantung pada strategi AI. Perusahaan menaruh harapan besar pada Gemini, rangkaian model kecerdasan buatan (AI) unggulan milik Google, untuk memperkuat dominasi mereka di era teknologi berikutnya.

Gemini diproyeksikan menjadi kunci agar Alphabet tetap relevan sekaligus mampu bersaing dengan rival-rival besar yang tengah gencar berinvestasi di bidang AI.