IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham Apa Masih Cuan?

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka turun sebesar 23,1 poin atau sekitar 0,33% dan berada di posisi 6.892,25. Sepanjang sesi awal perdagangan Rabu (2/7/2025), indeks bergerak dalam kisaran antara 6.887 hingga 6.905.

Diperbarui 02 Juli 2025, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pada perdagangan Rabu pagi, 2 Juli 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, IHSG turun sebesar 23,1 poin atau sekitar 0,33% dan berada di posisi 6.892,25. Sepanjang sesi awal perdagangan Rabu (2/7/2025), indeks bergerak dalam kisaran antara 6.887 hingga 6.905.

Jumlah saham yang mengalami kenaikan tercatat sebanyak 157 emiten, sedangkan 123 saham lainnya turun dan 228 saham tidak mengalami perubahan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp12.170,93 triliun.

Prediksi IHSG

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat jika bertahan di support 6.900 pada perdagangan Rabu (2/7/2025).

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG hari ini akan tes untuk break support di 6.900. Jika bertahan di level support itu, IHSG masih akan melanjutkan penguatannya.

“Akan tetapi, jika break support, potensi koreksi kembali hingga 6.780-an,” kata Fanny.

Ia mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 6.870-6.900 dan level resistance 6.950-7.000.

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar mengatakan momentum masih positif, tetapi IHSG berada di area jenuh beli. Ia mengatakan, IHSG menunjukkan tren bullish jangka pendek dengan kekuatan tren yang cukup kuat.

Tasrul menuturkan, indeks saat ini bergerak dekat level resistance 1 di 6.965,16 dan berpotensi menguji resistance 2 di 7.000,42. Namun, apabila terjadi koreksi, indeks saham memiliki penopang teknikal pada level support 1 di 6.877,02 dan level support di 6.830,13.

"Level-level ini penting untuk memantau titik potensi pembalikan harga,” kata Tasrul.

Tasrul menuturkan, momentum masih berpihak ke sisi atas, tetapi reli saat ini mendekati titik jenuh, peluang naik tetap ada, tetapi risiko koreksi teknikal perlu diantisipasi. “Critical level di 6.830,” kata dia.

 

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham, Fanny memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Pembukaan IHSG
  • Indeks saham