Jayamas Medica Bakal Sebar Dividen Rp 96,6 Miliar dan Buyback Saham

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), produsen alat kesehatan dengan merek OneMed, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Juni 2025 di Surabaya.

Diperbarui 01 Juli 2025, 19:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), produsen alat kesehatan dengan merek OneMed, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Juni 2025 di Surabaya. 

Dalam rapat tersebut, diputuskan perusahaan akan membagikan dividen sebesar Rp3,57 per saham, dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp96,6 miliar. Dividen ini berasal dari laba bersih tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp324 miliar, hasil dari pendapatan perusahaan sepanjang tahun tersebut yang mencapai Rp1,88 triliun.

Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen OMED untuk memberikan nilai tambah kepada investornya, di tengah kinerja keuangan yang terus tumbuh dan strategi ekspansi yang progresif. 

Pada kuartal I 2025, tren pertumbuhan perusahaan masih berlanjut, dengan pendapatan sebesar Rp436,3 miliar atau meningkat 2,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp98,4 miliar dengan margin EBITDA mencapai 22,6%.

 

Setujui Buyback Saham

Selain pembagian dividen, OMED juga menyampaikan para pemegang saham menyetujui pelaksanaan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal sebesar Rp5 miliar. 

Program ini akan dilaksanakan selama periode 27 Juni 2025 hingga 27 Juni 2026. Tujuan dari buyback ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan serta mendukung rencana penerapan program kepemilikan saham oleh karyawan (employee share ownership), yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan loyalitas terhadap perusahaan.

Presiden Direktur OMED, Dra. Herlien Sri Ariani, menyatakan pihaknya optimistis terhadap masa depan industri alat kesehatan di Indonesia. Ia menekankan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan yang semakin tinggi, serta kebutuhan fasilitas medis yang terus meningkat, menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis OneMed ke depan.

"Kami optimis terhadap prospek pertumbuhan industri alat kesehatan, didukung oleh meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat dan kebutuhan fasilitas kesehatan yang terus meningkat," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/7/2025).

 

Efisiensi Operasional

Dalam rangka mendukung efisiensi operasional dan daya saing produk, OMED juga telah mengoperasikan teknologi sterilisasi electron beam (E-Beam) yang mampu mensterilkan produk dalam waktu kurang dari satu menit. Inovasi ini menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan dalam menjangkau pasar ekspor. 

Selain itu, OMED juga terus memperkuat jaringan kemitraan internasional, termasuk dengan perusahaan global seperti Fresenius-Kabi dari Jerman, serta mitra bisnis dari Jepang, Prancis, dan India, guna memperluas distribusi baik di dalam negeri maupun pasar global.

Dengan performa keuangan yang solid, komitmen untuk terus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, serta strategi ekspansi dan inovasi yang berkelanjutan, OMED menegaskan posisinya sebagai pemain kuat di industri alat kesehatan Indonesia dan siap melanjutkan tren pertumbuhan positif di tahun 2025.Â