Perdana dalam 3 Bulan, Investor Asing Bursa Jepang Jual Saham Rp 58,7 Triliun

Meskipun terjadi arus keluar, saham Jepang menerima arus masuk asing bersih sekitar 6,81 triliun yen (Rp 763,7 triliun) pada kuartal pertama 2025, menandai jumlah terbesar dalam dua tahun.

Diterbitkan 29 Juni 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jepang melihat penjualan saham yang cukup besar oleh investor asing untuk pertama kalinya dalam 12 minggu.

Mengutip Channel News Asia, Minggu (29/6/2025) investor asing menjual saham Jepang pada pekan yang berakhir pada 21 Juni 2025 karena kehati-hatian atas konflik Israel-Iran dan dampaknya terhadap impor minyak serta inflasi Jepang.

Mereka menjual saham Jepang senilai 524,3 miliar yen (Rp 58,7 triliun), mencatat penjualan bersih mingguan pertama sejak 29 Maret 2025, menurut data dari Kementerian Keuangan Jepang.

Inflasi inti Jepang mencapai titik tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada bulan Mei, yang membuat Bank of Japan - yang sudah bergulat dengan ketidakpastian atas kebijakan perdagangan AS - berada di bawah tekanan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.

Meskipun terjadi arus keluar, saham Jepang menerima arus masuk asing bersih sekitar 6,81 triliun yen (Rp 763,7 triliun) pada kuartal pertama 2025, menandai jumlah terbesar dalam dua tahun.

Obligasi jangka panjang Jepang juga mencatat arus keluar asing bersih senilai 368,8 miliar yen (Rp41,3 triliun) minggu lalu, setelah tiga minggu pembelian berturut-turut.

Namun, investor asing membeli obligasi jangka pendek senilai 1,5 triliun yen, yang merupakan jumlah terbesar dalam sembilan minggu.

Sementara itu, pelaku pasar luar negeri Jepang menjual saham asing senilai 88,2 miliar yen (Rp9,8 triliun) dalam penjualan bersih minggu keenam berturut-turut.

Mereka membeli obligasi asing jangka panjang senilai sekitar 615,5 miliar yen (Rp69,9 triliun), menambah pembelian obligasi bersih minggu sebelumnya senilai 1,57 triliun yen.

 

10 Saham Ini Dibeli Investor Asing Menjelang Akhir Juni 2025

Sementara itu di Indonesia, pada perdagangan awal pekan pada Senin, 23 Juni 2025 IHSG berada di level tertinggi 6.834,76 dan level terendah 6.745,14.

Seiring koreksi IHSG, kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 11.877 triliun. Investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 276,72 miliar pada awal pekan. Dengan demikian, investor asing melepas saham Rp 53,37 triliun sepanjang 2025.

Di tengah IHSG melemah dan melepas saham, investor asing juga memburu 10 saham.

Posisi teratas ditempat Bank Mandiri. Investor asing beli saham BMRI senilai Rp 149,55 miliar. Disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan aksi beli oleh investor asing mencapai Rp 75,90 miliar. Kemudian investor asing beli saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencapai Rp 39,27 miliar.

Sederet 10 Saham yang Dibeli Investor Asing

Berikut adalah 10 saham yang dibeli investor asing berdasarkan data stockbit:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 149,55 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 75,90 miliar
  3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 39,27 miliar
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 34,05 miliar
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 33,10 miliar.

 

Pembelian Saham Lainnya

6.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO): Rp 25,90 miliar

7.PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Rp 19,99 miliar

8.PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA): Rp 18,99 miliar

9.PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Rp 16,81 miliar

10.PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 13,59 miliar