IHSG Tembus 7.000, Saham BBRI Melesat

Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) pada 15 Mei 2025 mengalami kenaikan signifikan lebih dari 4%, didorong pertumbuhan ritel dan ekspektasi positif ekonomi AS, memberikan kontribusi besar pada penguatan IHSG.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 7.000 pada perdagangan Kamis (15/5/2025) hari ini. IHSG berada di posisi 7.062 atau naik 87 poin pada pukul 14.10 WIB. IHSG sempat berada di level tertinggi di 1.076 dan terendah di 7.002 pada perdagangan hari ini.

Sebanyak 351 saham menguat dan 244 saham melemah. Di luar itu, 215 saham diam ditempat.

Dikutip dari Data RTI, Sektor perbankan mengalami kenaikan 1,45 persen dan menjadi salah sektor yang naik paling tinggi. Salah satu pendorongnya adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Saham bank BUMN ini di posisi Rp 4.280 dengan kenaikan sebesar 4,45 persen. 

Saham BBRI, mengalami kenaikan signifikan pada 15 Mei 2025, memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG. Penguatan ini terjadi di tengah pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia dan ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

BRI memulai tahun 2025 dengan pijakan yang kokoh. Di tengah dinamika ekonomi global penuh tantangan, hingga akhir Maret 2025 ini, BRI Group mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 13,80 triliun. Laba itu mengalami perubahan dibandingkan raihan pada kuartal i tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 15,98 triliun.

Dari sisi aset perseroan pada kuartal I 2025 tercatat sebesar Rp 2.098,23 triliun. Aset tersebut tumbuh sebesar 5,49 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

"Pertumbuhan ini didorong penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas di mana semua segmen kredit mencatatkan pertumbuhan positif dengan tetap berfokus pada segmen UMKM," ungkap Direktur Utama BRI, Heri Gunardi dalam paparan kinerja BRI kuartal I 2025, Rabu (30/4/2025).

 

Penyaluran Kredit BRI

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan, penyaluran kredit BRI per Maret 2025 tercatat sebesar Rp 1.373,66 triliun, tumbuh hampir 5 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 81 persen disalurkan ke pelaku UMKM.

"Salah satu kekuatan BRI di sektor mikro adalah jaringan Agen BRILink yang kini telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen dan menjangkau lebih dari 88 persen desa di Indonesia. Agen BRILink mencatat volume transaksi hingga Rp 423 triliun pada triwulan pertama tahun ini," ungkap Ahmad pada kesempatan yang sama.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Muharom menambahkan, kualitas kredit BRI terus menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau NPL turun dari 3,11 persen pada kuartal pertama 2024 menjadi 2,97 persen di periode yang sama tahun ini.

Loan at Risk

Loan at risk (LAR) juga mengalami penurunan dari 12,68 persen menjadi 11,12 persen. Sementara itu, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atau NPL coverage meningkat menjadi 200,60 persen. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan manajemen risiko yang semakin prudent.

"Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi, terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif saat ini," terang Muharom.