IHSG Hari Ini 5 Mei 2025 Dibuka Menghijau, Saham INTP Menguat pada Awal Sesi

Ada 290 saham menguat sehingga angkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, 187 saham melemah dan 176 saham diam di tempat.

Diperbarui 05 Mei 2025, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (5/5/2025). Penguatan IHSG terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia libur.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke posisi 6.844,37 dari penutupan sebelumnya 6.815,73. Pada pukul 09.22 WIB, IHSG melompat 0,23% ke posisi 6.831. Indeks LQ45 mendaki 0,30% ke posisi 765. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. IHSG berada di level tertinggi 6.853 dan level terendah 6.828 pada Senin pekan ini.

Sebanyak 290 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 187 saham melemah dan 176 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 229.738 kali dengan volume perdagangan 4,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.399.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 0,29%, sektor saham infrastruktur susut 0,06%.

Sementara itu, sektor saham basic mendaki 1,05%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,04%, sektor saham industri menanjak 0,05%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,08%, sektor saham keuangan menguat 0,17% dan sektor saham properti melesat 0,10%. Lalu sektor saham teknologi bertambah 0,19% dan sektor saham transportasi melonjak 0,92%.

Pada awal pekan ini, saham INTP dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 5.275 per saham. Harga saham INTP berada di level tertinggi Rp 5.300 dan level terendah Rp 5.200 per saham. Saham INTP kini stagnan di posisi Rp 5.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 234 kali dengan volume perdagangan 4.249 saham. Nilai transaksi Rp 2,2 miliar.

Harga saham ERAA turun 0,84% ke posisi Rp 476 per saham. Harga saham ERAA dibuka naik ke posisi Rp 482 per saham dari penutupan pekan lalu di posisi Rp 478 per saham. Harga saham ERAA berada di level tertinggi Rp 492 dan level terendah Rp 474 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.883 kali dengan volume perdagangan 235.093 saham. Nilai transaksi Rp 11,4 miliar.

Saham AUTO melemah 0,45% ke posisi Rp 2.200 per saham. Saham AUTO dibuka stagnan di posisi Rp 2.210 per saham. Harga saham AUTO berada di level tertinggi Rp 2.220 dan level terendah Rp 2.190 per saham. Total frekuensi perdagangan 314 kali dengan volume perdagangan 5.301 saham. Nilai transaksi Rp 1,2 miliar.

 

Kinerja IHSG pada April 2025

Mengutip PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG naik 4% MoM pada April 2025 meski ada arus keluar dari dana asing sebesar USD 480 juta. Aliran dana reksa dana domestik masuk ke bank besar antara lain BMRI dan BBRI.

Selain itu, IHSG masih melemah 5% Year on Year (YoY). Ashmore melihat, ada risiko pada kuartal II 2025 karena tidak ada musim perayaan dibandingkan tahun lalu dan tekanan margin mungkin mulai terlihat karena rupiah yang melemah terhadap dolar AS.

“Namun, ke depan seharusnya ada latar belakang yang lebih baik untuk IHSG pada semester II 2025 mengingat dukungan kebijakan fiskal dan moneter lebih kuat sehingga meredakan pelemahan rupiah. Catatan positif lainnya adalah melihat arus masuk obligasi sebesar USD 440 juta pada April,”.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

  • Saham JATI melonjak 28,36%
  • Saham MBMA melonjak 14,38%
  • Saham PDES melonjak 13,64%
  • Saham MHKI melonjak 12,28%
  • Saham GLVA melonjak 11,80%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham KONI merosot 10,09%
  • Saham MEJA merosot 9,24%
  • Saham NINE merosot 9,15%
  • Saham ISAP merosot 8,33%
  • Saham SKLT merosot 7,77%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 186,8 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 133,7 miliar
  • Saham MBMA senilai Rp 118,9 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 116,1 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 114,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MBMA tercatat 10.480 kali
  • Saham ANTM tercatat 8.362 kali
  • Saham SMIL tercatat 8.127 kali
  • Saham BBRI tercatat 7.652 kali
  • Saham DKFT tercatat 6.955 kali

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan dari BNI Sekuritas

Dalam riset PT BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG hari ini masih berpotensi mencoba menguat ke 6.850, dan jika gagal break resist tersebut, rentan koreksi minor.

Support IHSG: 6.750-6.780

Resist IHSG: 6.830-6.850

Trading Idea hari ini: ANTM, BBRI, BMRI, BRMS, DKFT, dan PTRO

ANTM Spec Buy dengan area beli di 2230-2250, cutloss di bawah 2200. Target dekat di 2330-2350.

BBRI Spec Buy dengan area beli di 3860-3880, cutloss di bawah 3840. Target dekat di 3900-3920.

BMRI Spec Buy dengan area beli di 4940-4950, cutloss di bawah 4920. Target dekat di 4980-5025.

BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 370-374, cutloss di bawah 366. Target dekat di 380-384.

DKFT Spec Buy dengan area beli di 318-322, cutloss di bawah 312. Target dekat di 330-344.

PTRO Spec Buy dengan area beli di 2820-2850, cutloss di bawah 2800. Target dekat di 2890-2920.               

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Saham INTP
  • Sektor Saham