BCA Mampu Cetak Laba Rp 14,1 Triliun di Kuartal I 2025

Penyaluran kredit UKM BCA tumbuh 12,9% menjadi Rp 124,5 triliun. Kredit konsumer BCA naik 11,3% YoY menjadi Rp 225,7 triliun, didukung oleh pertumbuhan KPR BCA sebesar 10,5% menjadi Rp 135,3 triliun.

Diterbitkan 23 April 2025, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan kinerja kuartal I 2025 yang berakhir pada 31 Maret 2025. Pada periode tersebut, laba BCA dan entitas anak tumbuh 9,8% mencapai Rp 14,1 triliun.

Bersamaan dengan itu, BCA dan entitas anak membukukan total kredit sebesar Rp 941 triliun, naik 12,6% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh ekspansi pembiayaan di berbagai sektor serta pertumbuhan pendanaan berkelanjutan. Pendanaan inti berupa giro dan tabungan (CASA) tumbuh 8,3% YoY, mencapai Rp 979 triliun atau sekitar 82% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Menurut Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini berdampak positif terhadap penyaluran kredit BCA hingga Maret 2025. Pelaksanaan BCA Expoversary 2025 turut menopang pertumbuhan kredit perusahaan. BCA berkomitmen untuk mendukung perekonomian nasional dengan mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor dan segmen secara prudent.

"Kami optimistis menatap pertumbuhan bisnis ke depan di tengah dinamika dan tantangan pasar. Pertumbuhan pembiayaan BCA ditopang oleh kredit korporasi yang naik 13,9% year-on-year menjadi Rp 443,4 triliun. Kredit komersial tumbuh 9,9% menjadi Rp 137,4 triliun," kata Jahja dalam konferensi pers kinerja BCA Kuartal I 2025, Rabu (23/5/2025).

Penyaluran kredit UKM tumbuh 12,9% menjadi Rp 124,5 triliun. Kredit konsumer naik 11,3% YoY menjadi Rp 225,7 triliun, didukung oleh pertumbuhan KPR BCA sebesar 10,5% menjadi Rp 135,3 triliun.

 

Pinjaman Konsumer

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tumbuh 12,3% menjadi Rp 67,1 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang sebagian besar berupa kartu kredit, meningkat 13,9% menjadi Rp 23,3 triliun. Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 19% YoY, menyentuh Rp 235,5 triliun.

"Ini mencerminkan komitmen BCA terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," kata Jahja. Nilai tersebut mencakup sekitar 25% dari total portofolio pembiayaan. BCA juga menyediakan promo suku bunga spesial bagi debitur SME untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan dan sektor pendidikan.

Total DPK BCA naik 6,5% YoY menjadi Rp1.193 triliun. Dana CASA menjadi kontributor utama pendanaan BCA, seiring meningkatnya volume transaksi. Frekuensi transaksi secara keseluruhan tumbuh 19% YoY menjadi 9,9 miliar transaksi. Frekuensi transaksi melalui mobile dan internet banking BCA mencapai 8,8 miliar, naik 22,2% YoY.

 

Pendapatan Bunga

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp 21,1 triliun. Pendapatan non-bunga naik 8,1% menjadi Rp 6,8 triliun, sehingga total pendapatan operasional mencapai Rp 27,9 triliun, tumbuh 7,4% YoY. Rasio cost to income terkelola dengan baik di level 28,5%.

Rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) tetap terjaga masing-masing di level 6% dan 2%. Rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level solid masing-masing 180,5% dan 66,5%. Laba BCA dan entitas anak tumbuh 9,8%, mencapai Rp 14,1 triliun pada kuartal I 2025.