Sukses

DCI Indonesia Cetak Pendapatan Rp 315,23 Miliar pada Kuartal I 2023

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat pertumbuhan pendapatan naik 46,44 persen menjadi Rp 315,23 miliar. Laba tumbuh 90,31 persen pada kuartal I 2023.

Liputan6.com, Jakarta - Emiten data center milik Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) telah mengumumkan kinerja perseroan hingga kuartal I 2023. Pada periode tersebut, DCI Indonesia mencatatkan peningkatan dari sisi pendapatan dan laba.

Melansir laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/4/2023), pendapatan DCII hingga akhir Maret 2023 naik 46,44 persen menjadi Rp 315,23 miliar dari Rp 215,26 pada kuartal I 2022.

Sementara, beban pokok pendapatan pada periode yang sama naik 27,29 persen menjadi Rp 126,20 miliar dari periode yang sama sebelumnya Rp 99,14 miliar. Dengan demikian, laba bruto melesat 62,79 persen menjadi Rp 189,02 miliar hingga akhir Maret 2023 dibanding periode yang sama 2022 sebesar Rp 116,11 miliar.

Sepanjang kuartal I 2023, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 166,23 naik 68,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 98,64 miliar.

Laba bersih pada kuartal I 2023 naik 90,31 persen sebesar Rp 121,42 miliar dari Rp 63,80 miliar pada periode yang sama 2022. Sehingga laba per saham dasar pada kuartal I 2023 ikut naik menjadi Rp 51 dari kuartal I tahun sebelumnya Rp 27.

Aset perseroan sampai dengan Maret 2023 naik menjadi Rp 3,27 triliun dari Rp 3,21 triliun pada Desember 2022. Liabilitas turun menjadi Rp 1,56 triliun pada kuartal I 2023 dari tahun sebelumnya Rp 1,63 triliun. Sementara ekuitas hingga Maret 2023 naik menjadi Rp 1,70 triliun dibandingkan posisi Desember 2022 sebesar Rp 1,58 triliun.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Kinerja Keuangan 2022

Sebelumnya, emiten milik Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2022. Perseroan membukukan pendapatan Rp 1,04 triliun pada 2022, meningkat 19,82 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 871,24 miliar.

Mengutip laporan keuangan DCI Indonesia, Rabu (15/3/023), beban pokok pendapatan hingga akhir 2022 mencapai Rp 444,38 miliar atau meningkat 12,18 persen dari realisasi sebelumnya sebesar Rp 395,23 miliar.

Dengan demikian, laba bruto DCI Indonesia naik 25,96 persen menjadi Rp 599,57 miliar pada 2022 dari Rp 476 miliar pada 2021.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba usaha 25,90 persen menjadi Rp 526,78 miliar pada 2022 dari tahun sebelumnya Rp 418,38 miliar.

Hingga akhir 2022, DCI Indonesia mengantongi laba sebesar Rp 367,84 miliar. Laba perseroan melonjak 40,69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 261,45 miliar.

Sementara itu, aset perseroan senilai Rp 3,21 triliun hingga akhir 2022 naik dari akhir tahun lalu sebesar Rp 2,99 triliun.

Kemudian, liabilitas perseroan Rp 1,63 triliun hingga akhir 2022 turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,77 triliun.

Sedangkan, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 1,58 triliun hingga akhir 2022 meningkat dari akhir tahun lalu Rp 1,21 triliun.

PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan yang bergerak di bidang pusat data (data center). DCI Indonesia merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara, yang didirikan pada 2011 dan beroperasi sejak 2013.

 

3 dari 4 halaman

DCI Indonesia Siap Tambah Bidang Usaha

Sebelumnya, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha penunjang aktivitas telekomunikasi dan aktivitas holding. Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut nantinya akan dimintakan restu pemegang saham melalui RUPS.

“Perseroan berencana untuk meningkatkan layanan dengan melakukan penambahan kegiatan usaha Penunjang yaitu aktivitas telekomunikasi dengan kabel (KBLI: 61100), ISP (KBLI: 61921), dan aktivitas perusahaan holding (KBLI: 64200). Kegiatan usaha tersebut saat ini bukan merupakan salah satu dari bidang usaha perseroan,” ungkap Corporate Secretary PT DCI Indonesia Tbk, Gregorius Nicholas Suharsono dalam keterbukaan informasi bursa, ditulis Selasa (5/4/2022).

Rencana penambahan bidang usaha perseroan sejalan dengan meningkatnya konsumen pengguna digital sebesar 21 juta orang sejak pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan percepatan ekonomi digital di setiap negara. Pada 2021, ekonomi Internet Indonesia mencapai USD 70 miliar atau meningkat 49 persen sejak 2020.

Pada saat bersamaan, perseroan melihat potensi pasar industri telekomunikasi masih sangat besar meskipun berada di masa pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari pertumbuhan PDB untuk lapangan usaha informasi dan komunikasi pada kuartal III-2021 berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan sebesar 5,51 persen (yoy). Sementara itu PDB nasional pada triwulan III-2021 tercatat sebesar 3,51 persen (yoy).

“Peran digital Infrastruktur, dalam hal ini data center & konektivitas sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Perseroan fokus untuk memberikan layanan data center dengan standar global untuk turut mendukung industri ekonomi digital,” kata Gregorius.

Selain layanan data center, perseroan menyadari layanan konektivitas akan memberikan kemudahan tambahan kepada pelanggan untuk menunjang operasional mereka.

Layanan konektivitas dapat menunjang pelanggan untuk saling terhubung antar lokasi data center dengan ekosistem Perseroan yang terdiri dari beragam industri. Di antaranya; cloud provider, institusi keuangan, e-commerce, dan beragam industri lainnya.

 

 

4 dari 4 halaman

Fokus Pengembangan Usaha

Dalam penambahan kegiatan bidang usaha penunjang, perseroan akan fokus pada pengembangan usaha dan menyasar pengguna layanan yang telah bekerjasama dengan perseroan.

Termasuk juga calon pelanggan yang akan menggunakan layanan colocation data center di lokasi perseroan dan membutuhkan secured konektivitas antar lokasi.

"Untuk aktivitas holding, dipersiapkan rencana jangka panjang perseroan untuk kemungkinan melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat menjadi sarana bagi perseroan dalam hal tindakan akuisisi bisnis di masa yang akan datang," imbuhnya.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha penunjang, perseroan akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 420 juta pada 2022, dan akan meningkat menjadi Rp 23,66 miliar pada 2031.

Pada posisi keuangan, dengan adanya penambahan kegiatan usaha penunjang, perseroan akan memperoleh tambahan aset sebesar Rp 8,11 miliar pada 2022, dan akan menjadi Rp 108,755 miliar di 2031.

Sementara pada arus kas, perseroan akan memperoleh tambahan saldo kas akhir atas penambahan kegiatan usaha penunjang sebesar Rp 378,19 juta pada 2022, dan akan menjadi Rp 105,77 juta pada 2031.

Pada perdagangan Selasa, 5 April 2022, pukul 10.14 WIB, saham DCII naik 0,47 persen ke posisi Rp 43.000 per saham.Saham DCII dibuka naik 200 poin ke posisi Rp 43.000. Saham DCII ditransaksikan lima kali dan nilai transaksi Rp 21,5 juta.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.