Penjualan Ritel Tesla di China Melonjak Usai Pangkas Harga

Langkah Tesla memberikan insentif dengan memangkas harga berdampak terhadap penjualan mobil Tesla.

Diterbitkan 18 Januari 2023, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan ritel Tesla melonjak di China pada Januari setelah memangkas harga untuk model terlarisnya pada awal bulan, menurut data yang dikumpulkan oleh China Merchants Bank International (CMBI).

Melansir Channel News Asia, Rabu (18/1/2022), rata-rata penjualan harian Tesla di China selama periode 9 Januari hingga 15 Januari melonjak 76 persen dari periode yang sama pada 2022 menjadi 12.654 kendaraan.

Itu dibandingkan dengan penurunan 14,5 persen year on year (yoy) dalam keseluruhan penjualan mobil ritel di China pada minggu yang sama, meskipun penjualan kendaraan listrik dan hybrid di negara itu meningkat 36,5 persen.

Meski demikian, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar atas data CMBI tentang penjualannya.

Tesla memangkas harga untuk mobil Model 3 dan Model Y antara 6 persen hingga 13,5 persen di China mulai 6 Januari dalam menghadapi apa yang dikatakan para analis sebagai tanda permintaan yang goyah dan persaingan yang semakin ketat di pasar mobil terbesar di dunia.

Setelah memangkas harga di China dan pasar Asia lainnya, Tesla mengikuti dengan memangkas harga di Amerika Serikat dan Eropa.

Merek kendaraan listrik (EV) yang didukung Huawei Technologies, Aito dan Xpeng Inc, telah mengikuti Tesla dalam menurunkan harga kendaraan listrik mereka di China. Penjualan Xpeng turun 36 persen dari tahun sebelumnya pada minggu 9 Januari hingga 15 Januari.

Penjualan untuk saingan EV Tesla yang lebih besar di China, BYD, meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu menjadi 40.435 kendaraan, termasuk EV dan hybrid.

 

Saham Tesla Anjlok Imbas Penjualan Belum Sesuai Harapan

Sebelumnya, saham Tesla anjlok lebih dari 11 persen pada awal perdagangan Selasa, 3 Januari 2023  karena penjualan global yang lebih lemah dari perkiraan menyebabkan penurunan besar-besaran terhadap harga saham perusahaan yang dimulai tahun lalu terus berlanjut.

Melansir CNN, ditulis Rabu (4/1/2023), Tesla melaporkan rekor penjualan 1,3 juta kendaraan pada 2022 atau naik 40 persen dari total 2021, tetapi jauh di bawah target pertumbuhan 50 persen yang ditetapkan perusahaan pada awal tahun. 

Meskipun telah diperingatkan akan meleset dari target setahun penuh yang agresif itu, penjualan kuartal IV sebanyak 405.278 mobil jauh lebih lemah dari yang ditakutkan. 

Ini mewakili pertumbuhan 31 persen dari tahun sebelumnya, dan jauh di bawah perkiraan rata-rata 431.000 menurut analis yang disurvei oleh Refinitiv.

Saham perusahaan mengakhiri 2022 dengan penurunan 65 persen, hal tersebut membuat kekayaan bersih dari CEO Tesla Elon Musk terpangkas dan menjatuhkannya dari posisi orang terkaya di dunia.

Dengan demikian, itu menjadi tahun terburuk bagi saham Tesla, yang naik 743 persen pada 2020 dan 50 persen lainnya pada 2021. Penurunan penjualan terjadi meskipun ada dua pemotongan harga perusahaan pada Desember untuk pembeli AS yang menyelesaikan pembelian mereka pada akhir tahun.  

Fakta penjualan global jauh di bawah 439.000 mobil yang dibuatnya pada periode tersebut menimbulkan kekhawatiran baru tentang melemahnya permintaan mobil Tesla dalam menghadapi berbagai hambatan.  

Adapun, suku bunga yang lebih tinggi, peningkatan persaingan EV dari pembuat mobil mapan bersama dengan pembuat EV pemula, dan serangan balik terhadap Elon Musk sejak pengambilalihan Twitter yang kontroversial pada awal kuartal.

"Permintaan keseluruhan mulai sedikit retak untuk Tesla dan perusahaan perlu menyesuaikan dan memangkas harga lebih terutama di China, yang tetap menjadi kunci cerita pertumbuhan. Perjalanan Cinderella berakhir untuk Tesla," kata Analis Teknologi Wedbush Securities, Dan Ives, dikutip dari CNN, Rabu (4/1/2023).

Saham Tesla Anjlok 65 Persen, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Rp 10.901 Triliun

Sebelumnya, saham Tesla naik pada perdagangan Jumat, 30 Desember 2022 yang merupakan hari perdagangan terakhir pada 2022. Namun, saham Tesla menutup tahun terburuk dalam sejarah perusahaan.

Saham Tesla naik 1,12 persen ke posisi USD 123,18 per saham pada Jumat pekan ini. Saat ini, kapitalisasi pasar Tesla  sekitar USD 385,98 miliar atau sekitar Rp 6.009 triliun. Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (31/12/2022), saham Tesla anjlok sekitar 65 persen dari awal 2022 menyebabkan kapitalisasi pasar saham Tesla terpangkas USD 700 miliar atau sekitar Rp 10.901 triliun (asumsi kurs Rp 15.573 per dolar AS).

Investor telah membunyikan alarm pada permintaan yang melambat dan produksi kendaraan. Pangsa pasar yang lesu di China, kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed), dan pengambilalihan Twitter oleh CEO Tesla Elon Musk.

Aksi jual saham Tesla jauh melampaui kerugian indeks utama termasuk S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing turun 20 persen dan 33 persen pada 2022.

Namun, Elon Musk yang melihat kekayaan bersih pribadinya jatuh bersama saham Tesla telah mencoba mengabaikan tekanan saham Tesla tersebut.

"Jangan terlalu terganggu oleh kegilaan pasar saham. Saat kami terus menunjukkan kinerja yang luar biasa, pasar akan mengenalinya,” ujar dia kepada karyawan Tesla.

Setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada November 2021, saham Tesla mulai tertekan. Namun, sebagian besar  penurunan saham terjadi sejak Musk menyelesaikan pengambilalihan Twitter. Adapun Elon Musk juga menjabat sebagai CEO di perusahaan tersebut pada Oktober 2022.

Pergeseran besar juga terjadi di Tesla yang mengembalikan harapan perusahaan akan meningkatkan produksi 50 persen. Investor dan analis sejak itu menunjukkan kekhawatiran yang berkembang kalau Twitter menghilangkan fokus Musk pada Tesla dengan tweetnya yang dipolitisasi juga merugikan merek pembuat kendaraan listrik.

 

Awali 2023, Tesla Berikan Insentif untuk Dongkrak Penjualan di China

Sebelumnya, Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla mengawali 2023 dengan menawarkan insentif guna meningkatkan penjualan di Cina. Pabrikan Negeri paman Sam ini mengumumkan skema subsidi baru untuk Model 3 dan Model Y.

Disitat dari Hindustan Times, dua mobil listrik Tesla ini mendapatkan insentif khusus hingga US$1.450 jika pembeli menerima pengiriman sebelum 28 Februari 2023.

Melalui situs resminya, Tesla memperpanjang subsidi sebesar 6.000 yuan di Cina, yang mulai ditawarkan pada awal Desember 2022, serta subsidi 4.000 yuan lainnya untuk pembelian asuransia Tesla, yang pertama kali ditawarkan pada November tahun lalu.

Insentif baru yang ditawarkan Tesla ini, di tengah dikhawatirkan dengan permintaan yang merosot di Cina. 

Selain itu, perusahaan milik Elon Musk ini juga telah mengalami penurunan permintaan dan penjualan yang menyebabkan anjloknya saham Tesla sebesar 37 persen pada Desember lalu.

China sendiri bukanlah satu-satunya pasar yang menjadi target insentif oleh Tesla.

Di Amerika Serikat, Tesla menawarkan diskon khusus untuk menutup akhir tahun dengan memperkenalkan penawaran 7.500 dolar AS untuk Model 3 dan Model Y, kemudian memperpanjang penawaran ke Model S dan Model X yang lebih mahal.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • liputan6
    Mobil listrik, mobil yang digerakkan dengan motor listrik,pakai energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lain
    Kendaraan Listrik
  • Tesla
  • penjualan