Sukses

Wall Street Semringah Berkat Saham Teknologi

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 8 Desember 2022. Sementara itu, indeks S&P 500 memecahkan rekor penurunan terpanjang sejak Oktober 2022 dan wall street evaluasi kemungkinan resesi di masa depan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,75 persen ke posisi 3.963,51. Indeks Dow Jones bertambah 183,56 poin atau 0,55 persen ke posisi 33.781,48. Indeks Nasdaq reli 1,13 persen ke posisi 11.082.

Wall street meski menguat pada perdagangan Kamis, 8 Desember 2022, saham sedang alami koreksi. Indeks Dow Jones melemah 1,88 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq turun masing-masing 2,66 persen dan 3,31 persen.

“Kami mengalami aksi jual yang kuat selama beberapa hari terakhir dan tidak perlu banyak untuk menciptakan dasar-dasar untuk reli sederhana,” ujar LPL Financial Chief Global Strategist, Quincy Krosby seperti dikutip dari CNBC, Jumat (9/12/2022).

Ia merujuk klaim pengangguran terutama klaim yang berlanjut sebagai kemungkinan katalis untuk aksi pasar. Data menunjukkan kenaikan sederhana dalam klaim.

Melanjutkan klaim mencapai level tertinggi sejak Februari, sedikit pergerakan ke arah yang benar bagi ekonomi yang selanjutnya dapat memicu narasi pasar tenaga kerja perlu ditembus agar bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) meredam inflasi.

“Sekali lagi, kami kembali ke berita buruk menjadi kabar baik,” tutur Krosby.

Saham semikonduktor dan teknologi yang mengalami kesulitan selama aksi jual pada 2022 juga naik pada perdagangan Kamis pekan ini. Saham Nvidia dan Amazon masing-masing naik 6,5 persen dan 2,1 persen.

Saham Activision Blizzard jatuh lebih dari dua persen karena FTC menggugat untuk memblokir akuisisi oleh Microsoft. Microsoft setuju belum perusahaan video game tersebut USD 95 per saham pada Januari 2022 meski pasar skeptis dengan kesepakatan tersebut.  Saham GameStop naik 11 persen setelah membukukan laba.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pertemuan The Fed Jadi Fokus Investor

Perhatian investor tetap fokus pada pertemuan kebijakan the Fed pekan depan. Bank sentral diperkirakan menaikkan suku bunga menaikkan suku bunga 50 basis poin.

Ini adalah peningkatan lebih kecil dari pada empat kenaikan suku bunga sebelumnya, tetapi mungkin tidak banyak membantu mengurangi kekhawatiran resesi karena upaya the Fed menekan harga yang melonjak.

Indeks harga konsumen November 2022 yang rilis pekan depan juga akan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang arah inflasi, bersama dengan indeks harga produsen yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini.

Sementara itu, menurut Jonathan Krinsky dari BTIG, investor sedang mencari stabilitas setelah pergerakan imbal hasil obligasi baru-baru ini.

“Pasar masih mencoba untuk memutuskan apakah menginginkan suku bunga lebih tinggi dan lebih rendah, tetapi saat ini kemungkinan hanya menginginkan suku bunga yang stabil,” ujar dia.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 9 basis poin menjadi 3,498 persen. Imbal hasil treasury bertenor dua tahun naik 6 basis poin ke posisi 4,32 persen.

Krinsy menuturkan, saham yang menguat pada perdagangan Kamis pekan ini bukan hal yang aneh, terutama setelah aksi jual baru-baru ini dan menjelang data inflasi.

“Dengan itu, kami akan terkejut jika semuanya berjalan terlalu jauh ke atas, dan berharap 3.985-4.000 untuk membatasi reli lebih lanjut hari ini,” ujar dia.

 

3 dari 3 halaman

Penutupan Wall Street pada 7 Desember 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham, Rabu, 7 Desember 2022. Indeks S&P 500 turun pada hari kelima seiring pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan resesi dan kemungkinan siklus kenaikan suku bunga lebih lama dari perkiraan bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 tergelincir 0,19 persen ke posisi 3.933,92. Indeks Dow Jones naik 1,58 poin ke posisi 33.597,92. Indeks Nasdaq melemah 0,51 persen ke posisi 10.958,55.

Imbal hasil obligasi AS juga turun dengan tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke posisi titik terendah 3,402 persen. Saham bergejolak antara keuntungan dan koreksi dengan indeks S&P 500 naik 0,41 persen. Sedangkan pada posisi terendahnya, indeks tersebut melemah 0,47 persen.

"Pasar agak terombang-ambing dan menemukan nafas setelah reli besar dari posisi terendah pada Oktober 2022,” ujar Chief Market Strategist Carson Group, Ryan Detrick seperti dikutip dari CNBC, Kamis (8/12/2022).

Ia berharap pasar melanjutkan tren ini hingga investor menerima lebih banyak kejelasan dari pertemuan kebijakan the Fed pada Desember dan laporan indeks harga konsumen pada November 2022.

Pekan depan, bank sentral AS akan memberikan kenaikan suku bunga 50 basis poin. Sementara, langkah itu akan lebih kecil dibandingkan dengan empat kenaikan suku bunga sebelumnya, kekhawatiran mengenai apakah the Fed dapat merekayasa apa yang disebut soft landing hingga berhasil menekan inflasi.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS